Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Bagaimana Agar tak Menjadi Korban Penipuan Properti?

Senin 26 Oct 2020 21:42 WIB

Rep: cermati.com/ Red: cermati.com

Cermati

Cermati

Pastikan dikelola pengembang tepercaya.

Tidak dapat dipungkiri kalau kasus penipuan properti masih sering terjadi di Tanah Air. Teknik penipuannya pun cukup beragam, seperti uang muka yang rendah, iming-iming fasilitas mewah, dan pemalsuan sertifikat hak milik rumah. Alih-alih ingin untung, malah jadi buntung karena terjerat kasus penipuan.

Maka dari itu, penting untuk memperhatikan beberapa cara membeli properti yang baik dan benar agar Anda bisa terhindar dari kasus penipuan properti yang semakin marak terjadi. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Pastikan dikelola oleh pengembang tepercaya

dikelola oleh pengembang terpercaya

Pertama-tama, lihat siapa pengembang atau developer rumah yang bersangkutan. Pilihlah rumah yang dikelola oleh developer terpercaya untuk menghindari kasus penipuan. Selain namanya sudah dikenal, proyek yang dikerjakannya juga sudah banyak jadi tak mungkin melakukan penipuan dalam bentuk apapun. 

Anda bisa mengecek nama pengembang pada pamflet saat pembangunan berlangsung. Pengembang biasa menuliskan nama perusahaannya disana, lalu cek di internet. Jika namanya ditemukan, itu artinya pengembang tersebut sudah terdaftar sebagai perusahaan yang sah jadi tidak perlu ragu untuk membeli disana.

2. Periksa identitas pengembang

Jika ingin membeli properti, sebaiknya periksa identitas pengembang. Terlebih lagi untuk pembelian online karena sekarang pengembang properti bodong semakin merajalela di internet. Jangan sampai karena kurang teliti, Anda menjadi salah satu korban penipuan.

Salah satu cara pengembang bodong melakukan aksinya, yaitu melakukan duplikasi penjualan properti dengan harga yang berbeda-beda di setiap postingan atau iklan yang ditayangkan. Jika properti di postingan A sudah laku, maka postingan lain akan dihapus untuk menghilangkan jejak.

Baca Juga: Cara Mudah dan Hemat Mendesain Interior Rumah yang Menarik

3. Perhatikan catatan keuangannya

catatan keuangan pengembang

Pengembang yang kekurangan modal cenderung mengalami mangkrak. Pembangunan yang tadinya selesai 2 tahun bisa menjadi 5 tahun karena 3 tahun mangkrak. Waspadalah terhadap hal seperti ini karena dapat mempengaruhi perputaran investasi properti yang dimiliki.

Sebelum membeli properti, ada baiknya lihat catatan keuangan pengembang terlebih dahulu. Informasi tentang keuangan bisa dicari di media tertentu yang ada kaitannya dengan perusahaan properti. Atau bisa juga dari website resmi pengembang sebagai informasi keuangan sangat dibutuhkan oleh para investor. 

4. Tentukan deadline penyelesaian proyek

Ini penting untuk menghindari kasus pembangunan yang mangkrak. Pengembang biasanya akan mengumumkan rencana pembangunan secara terperinci. Mulai dari tanggal dimulainya pembangunan, tanggal akhir, konsep, hingga alat dan bahan apa saja yang dibutuhkan selama proses penyelesaian proyek.

Untuk itu, ikutilah semua informasi tentang pembangunan sejak proyek diluncurkan sampai selesai. Jika menurut Anda prestasi pengembang kurang meyakinkan sejak awal, disarankan untuk tidak membeli dulu. Cari lagi informasi sebanyak-banyaknya agar tidak salah membeli properti.

5. Kebijakan pembayaran

kebijakan pembayaran

Jika sudah mencapai kesepakatan dengan pengembang, selanjutnya adalah lakukan pembayaran sebagai tanda jadi. Transferkan langsung ke rekening atas nama pengembang yang bersangkutan, bukan ke rekening pihak ketiga apalagi yang menggunakan nama pribadi.

Sedangkan untuk pembayaran menggunakan KPR atau KTA, pastikan sudah diketahui dan disetujui oleh pihak bank. Jika belum, sebaiknya tunda pembayaran untuk sementara waktu karena terlalu berisiko terhadap penipuan. Ada baiknya lagi hadirkan pihak ketiga untuk menyaksikan keabsahan pembayaran properti.

Baca Juga: Lebih Baik Beli Rumah atau Bangun Rumah? Temukan Jawabannya Disini!

6. Harga yang ditawarkan pengembang

Salah satu ciri pengembang penipu adalah menawarkan harga properti di bawah rata-rata. Harga pasaran yang tadinya Rp 1 Miliar, tiba-tiba berubah menjadi Rp 850 juta saja, padahal lokasi, nama pengembang, material, dan fasilitas yang didapatkan dari properti sama.

Sebagai masyarakat awan, Anda akan memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan dari penjualan properti dalam jangka panjang. Namun, alangkah lebih baik untuk tidak tergiur terlebih dahulu. Selidikilah harga pasaran properto di lokasi yang sama sebagai gambaran kewajaran harga yang ditetapkan oleh suatu pengembang.

7. Status proyek yang pernah dikerjakan

cek status proyek yang pernah dikerjakan pengembang

Tips terakhir adalah cek status proyek yang pernah dikerjakan oleh pihak pengembang. Misalnya, nama proyek, lama proyek, konsep, tingkat kepuasan investor, dan yang tak kalah penting seberapa cepat properti tersebut laku dijual. Pengembang yang bagus tentu tidak akan sulit mencari investor, bahkan dengan mudahnya memasarkan setiap unit yang ada.

Sedangkan pengembang penipu biasanya akan mengalami kemacetan pembangunan.  Bahkan pembangunan bisa tak kunjung selesai karena adanya kasus korupsi dan lain-lain. Jadikan status proyek ini sebagai tolak ukur sebelum mengambil keputusan membeli.

Teliti Properti yang Ingin Dibeli

Mengingat harga properti itu tidak murah, penting untuk teliti saat ingin membeli satu unit properti. Apalagi untuk properti yang ingin dijadikan investasi di masa depan, pertimbangkan lokasi, akses, dan fasilitas yang ada di sekitarnya. Hal ini akan mempengaruhi harga jual properti dan daya tarik konsumen juga di masa yang akan datang.

Baca Juga: Biar Jadi Tempat Tinggal Idaman, Ini 6 Biaya Kepemilikan Rumah yang Perlu Disiapkan

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Cermati.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Cermati.com.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA