Tuesday, 9 Rajab 1444 / 31 January 2023

Teten: Kopi Robusta di Lombok Berpotensi Laris Manis Saat MotoGP

Kamis 27 Jan 2022 11:01 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pengunjung menikmati sajian kopi dengan latar belakang suasana Gunung Rinjani di Kafe Kopikey di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Jumat (8/10/2021). Kafe kopi yang menawarkan sajian kopi arabika dan robusta khas Sembalun dengan suasana alam pemandangan Gunung Rinjani tersebut menjadi salah satu destinasi wisata kuliner favorit di Kabupaten Lombok Timur saat akhir pekan.

Pengunjung menikmati sajian kopi dengan latar belakang suasana Gunung Rinjani di Kafe Kopikey di Desa Sembalun, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, NTB, Jumat (8/10/2021). Kafe kopi yang menawarkan sajian kopi arabika dan robusta khas Sembalun dengan suasana alam pemandangan Gunung Rinjani tersebut menjadi salah satu destinasi wisata kuliner favorit di Kabupaten Lombok Timur saat akhir pekan.

Foto: Antara/Ahmad Subaidi
Teten menyerukan agar kopi robusta disajikan dengan modern dan elegan untuk MotoGP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mendorong agar varian kopi robusta asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dijadikan produk unggulan. Dengan adanya ajang MotoGP 2022 di sana, komoditas tersebut berpotensi laris manis.

"Para pengrajin kopi robusta dan kopi jenis lainnya di Lombok perlu menyajikan dengan cara-cara yang lebih modern dan elegan selama pelaksanaan MotoGP yang akan digelar Maret 2022 mendatang," kata Teten saat melakukan dialog dengan Asosiasi Kopi di Pendopo Bupati Lombok Barat, dikutip dari keterangan pers, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga

Menurut Teten, para pelaku usaha di industri kopi dapat memaksimalkan peluang bisnis dengan lebih banyak membuka kedai kopi di wilayah Lombok selama acara berlangsung. Menurut Teten, sajian kopi harus dipersiapkan secara khusus di setiap tempat menimbang wisatawan yang akan datang diperkirakan 100 ribu orang.

"Kalau (wisatawan) sepekan di sini dan minum kopi dua kali sehari, bisa untung," kata dia.

Di tingkat domestik maupun internasional, pangsa pasar kopi robusta dinilai sangat tinggi. Secara ekonomi, komoditas tersebut lebih unggul dibandingkan varian lainnya. Untuk itu, Teten mengharapkan para petani kopi di Lombok mulai serius untuk menjaga produktivitas dan kualitas kopi robusta untuk disajikan saat gelaran internasional di Mandalika.

"Robusta ini lebih produktif, apalagi nanti dikaitkan dengan perubahan iklim sehingga sulit memproduksi kopi arabica yang butuh daerah dingin ketinggian di atas 1.000 kaki. Karena itu, saya anjurkan dari sekarang kita perkuat produksi Robusta, di Lombok ini sangat bisa dikembangkan," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA