Sunday, 4 Zulhijjah 1443 / 03 July 2022

Gurihnya Bisnis Ketam Isi Khas Belitung

Sabtu 21 May 2022 16:21 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Bisnis ketam isi khas Belitung.

Bisnis ketam isi khas Belitung.

Foto: Instagram/@wijayacrab.belitung
Wijaya Crab memproduksi sekitar 5.000 buah ketam isi per harinya.

REPUBLIKA.CO.ID, BELITUNG -- Selain menyimpan keindahan pantai yang memukau, Pulau Belitung juga memiliki aneka kuliner khas yang cocok untuk dijadikan oleh-oleh para wisatawan yang berkunjung. Salah satunya adalah ketam isi khas Belitung.

Hirun merupakan salah seorang pemuda asli Belitung yang menangkap peluang bisnis dari kudapan berbahan dasar daging kepiting itu. Ketam isi adalah daging rajungan atau kepiting yang diolah menggunakan bumbu rahasia dan diisi ke dalam cangkang ketam untuk kemudian digoreng.

Baca Juga

Sebelum memasarkannya ke masyarakat, Hirun melakukan riset untuk menemukan rasa yang cocok di lidah masyarakat. Tak tanggung-tanggung, dia meminta para relasi yang memiliki usaha pariwisata untuk menjajal dan mengoreksi rasa ketam isi buatannya.

Akhirnya pada 2013, Hirun mantap membangun usaha kuliner bersama istri dan ibunya dengan merek usaha Wijaya Crab. Secara kasat mata, ketam isi milik Wijaya Crab tidak jauh berbeda dengan panganan serupa lainnya di Belitung.

Namun jika melihat proses pembuatan dan mencicipinya, konsumen akan mendapatkan sensasi rasa tersendiri ketika makan ketam isi dari Wijaya Crab. Hal tersebut karena Hirun berupaya menggunakan bahan-bahan premium dalam proses produksinya.

Pria 38 tahun itu memperoleh kulit ketam dan daging kepiting dari nelayan di Belitung. Dia memaksimalkan produk lokal untuk memproduksi ketam isi Wijaya Crab.

Hirun menjaga kualitas produksi mulai dari menyortir kulit ketam, membersihkannya, penggunaan daging kepiting olahan, proses penggorengan, hingga pengemasan. Selain ituketam isi produksi Wijaya Crab juga memiliki ciri khas tersendiri, salah satunya yakni bentuknya yang lebih padat.

Hirun juga memiliki cara berbeda untuk menarik pelangganya itu dengan menghadirkan sambal cocol jeruk kunci yang bahan dasarnya merupakan khas Belitung. Perpaduan antara ketam isi khas Belitung dengan sambal beraroma jeruk kunci yang juga berasal dari Negeri Laskar Pelangi, diharapkan akan memikat hati para wisatawan.

Pemasaran

Sebagai oleh-oleh khas Belitung, rumah produksi Wijaya Crab kerap didatangi wisatawan domestik untuk membeli ketam isi yang dikemas dan dibawa kembali ke kota asal mereka masing-masing. Dengan harga berkisar antara Rp 69 ribu hingga Rp 119 ribu sesuai ukuran dan jumlah isi, Hirun memasarkan produknya dengan strategi mencari pengecer atau reseller di berbagai kota besar di Indonesia. Hingga saat ini, Wijaya Crab mampu memproduksi 15-20 kilogram daging kepiting atau sekitar 5.000 buah ketam isi per harinya dengan rentang produksi sepekan tiga hingga empat kali.

Kini Hirun mempekerjakan tujuh orang pegawai lokal untuk membantu proses produksi. Menurut Hirun, produk buatannya itu tahan selama dua hari di suhu ruang dan tiga bulan dalam kondisi beku. Konsumen hanya tinggal memanaskannya dengan cara digoreng kembali atau dikukus ketika ingin menikmatinya.

Untuk mengembangkan usahanya, Hirun berinovasi dengan membuat produk berbasis kepiting lainnya. Salah satunya adalah sambal kepiting. Sambal yang terbuat dari daging kepiting tersebut tersedia dalam dua macamyaitu sambal merah dan sambal hijau.

Menurut Hirun, inovasinya itu menjadi pionir dari sambal kepiting lainnya yang ada di Belitung. Selain sambal, Hirun juga memproduksi capit isi dan siomai kepiting.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA