Wednesday, 2 Rabiul Awwal 1444 / 28 September 2022

Kapan Harus Ganti Sikat Gigi? Ini Penjelasan Ahli

Sabtu 13 Aug 2022 06:42 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Sikat gigi merupakan barang yang harus diganti secara berkala.

Sikat gigi merupakan barang yang harus diganti secara berkala.

Foto: PxHere
Sikat gigi merupakan barang yang harus diganti secara berkala.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menyikat gigi adalah salah satu kegiatan yang harus dikerjakan secara rutin. Mengapa? Karena mulut adalah rumah bagi sekitar 700 spesies mikroba atau kuman seperti bakteri dan jamur, yang jumlahnya kira-kira enam miliar bakteri berbeda.

Faktanya, mikrobioma mulut adalah yang terbesar kedua dan paling beragam setelah mikrobioma usus. Seperti susunan mikroba usus, beberapa jenis bakteri yang hidup di mulut adalah bakteri baik, mengurus urusan pencernaan, kebersihan, nafas segar, dan banyak lagi.

Baca Juga

Tetapi beberapa bakteri lain tidak begitu baik, dan sikat gigi dapat dengan mudah dipenuhi jutaan kuman. Seberapa sering kita harus benar-benar mengganti sikat gigi baru? Dan berapa lama pemakaian sikat gigi yang normal? Serta bagaimana cara mengetahui sudah waktunya mengganti sikat gigi?

Untuk sikat gigi manual, biasanya harus diganti setelah tiga sampai empat bulan pemakaian. American Dental Association merekomendasikan untuk mengganti sikat gigi manual setiap tiga hingga empat bulan, dan jangan sampai tidak menggantinya selama enam bulan.

Sikat gigi dapat menghilangkan bakteri dari gigi, dan kuman apa pun dapat menempel bahkan setelah dibilas usai menyikat gigi. Selain itu, sikat gigi yang sudah usang tidak dapat menghilangkan plak dengan baik, jadi sikat gigi harus diganti secara teratur.

Untuk sikat gigi elektrik, biasanya harus diganti satu sampai dua bulan pemakaian. Kepala sikat gigi elektrik, di sisi lain, mungkin perlu diganti lebih cepat. Sikat gigi elektrik bergetar pada kecepatan tinggi dan kepala sikatnya tidak bertahan lama seperti sikat gigi manual.

Spesialis Gigi Anak, Dr LaQuia A Walker Vinson, mengatakan, jika seseorang sedang sakit pilek, flu, atau terinfeksi virus lain, penting untuk membuang sikat gigi segera setelah pulih. Artinya mengganti sikat gigi langsung setelah sembuh, jangan menunggu tiga sampai empat bulan. Ada juga tanda harus segera mengganti sikat gigi, tanpa perlu menunggu waktu lama. 

“Jika bulu mulai menekuk dan melengkung ke atas, sudah pasti waktunya,” kata Dr Vinson. 

Menurut sebuah studi tahun 2013, flaring bulu sebenarnya membuat sikat gigi kurang efektif setelah 40 hari digunakan secara konsisten. Beberapa kuas dibuat dengan teknologi khusus untuk memberi sinyal bahwa mereka telah melewati masanya.

“Banyak sikat gigi memiliki indikator bawaan yang berubah dari waktu ke waktu, dari yang berwarna berubah menjadi putih, untuk memberi tahu bahwa sudah waktunya diganti,” ujar Dr Vinson, dilansir dari realsimple, Sabtu (13/8/2022).

Tanda-tanda lain untuk segera mengganti sikat gigi termasuk perubahan warna dan bulu yang rontok, berjumbai, atau kehilangan kekakuan. Menyikat gigi dapat melemahkan bulu sikat, dan setelah bulu mulai mengembang, mereka tidak lagi bersentuhan dalam posisi benar dengan gigi.

Ada beberapa cara yang baik untuk merawat sikat gigi yang dapat membantu sikat gigi bekerja lebih efektif (meskipun tetap harus menggantinya secara teratur). CDC merekomendasikan untuk membiarkan sikat gigi kering setelah digunakan, dan menyimpannya dalam posisi tegak.

Kemudian, jangan pernah berbagi sikat gigi. Jika lebih dari satu sikat disimpan dalam wadah yang sama, beri jarak agar tidak saling bersentuhan.

Hindari menyimpan sikat gigi dalam wadah tertutup, yang dapat dengan mudah menyebabkan bakteri berkembang biak. Namun cara terbaik untuk merawat sikat gigi adalah dengan menggantinya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA