Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

CDC Selidiki Kasus Polio Pertama di AS Selama Hampir Satu Dekade

Rabu 10 Aug 2022 22:10 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Nora Azizah

Pasien AS diketahui terinfeksi polio dan alami kelumpuhan.

Pasien AS diketahui terinfeksi polio dan alami kelumpuhan.

Foto: guardianlv.com
Pasien AS diketahui terinfeksi polio dan alami kelumpuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengkonfirmasi bahwa tim federal telah dikirim ke New York untuk menyelidiki kasus polio pertama yang didiagnosis di Empire State dalam hampir satu dekade. “CDC terus bekerja sama dengan Departemen Kesehatan Negara Bagian New York untuk menyelidiki kasus polio baru-baru ini, termasuk pengujian sampel air limbah yang sedang berlangsung untuk memantau virus polio dan mengerahkan tim kecil ke New York membantu penyelidikan dan upaya vaksinasi di lapangan,” kata seorang juru bicara CDC dalam sebuah pernyataan dilansir WFTV, Rabu (10/8/2022).

Satu-satunya kasus yang terdeteksi ada pada orang dewasa yang tidak divaksinasi di Rockland County. Pasien ini menderita kelumpuhan.

Baca Juga

Menurut CBS News, pejabat kesehatan negara bagian New York telah menemukan indikasi kasus tambahan virus polio dalam sampel air limbah dari dua daerah berbeda. Temuan itu membuat pejabat memperingatkan kemungkinan ratusan orang terinfeksi polio.

“Berdasarkan wabah polio sebelumnya, warga New York harus tahu bahwa untuk setiap satu kasus polio lumpuh yang diamati, mungkin ada ratusan orang lain yang terinfeksi,” ujar Komisaris Kesehatan Negara Bagian, Mary T. Bassett.

Pejabat departemen kesehatan negara bagian telah mengintensifkan dorongan untuk melakukan vaksinasi kepada orang-orang yang belum diimunisasi polio. Alasannya, kasus yang didiagnosis itu bisa menjadi "puncak gunung es" dari ancaman yang jauh lebih luas.

Departemen kesehatan menyatakan bahwa tiga sampel air limbah positif dari Rockford County dan empat dari daerah tetangga Orange County menunjukkan bahwa virus polio sedang menyebar di dalam komunitas lokal. “Ditambah dengan temuan air limbah terbaru, departemen memperlakukan satu kasus polio hanya sebagai puncak gunung es dari potensi penyebaran yang jauh lebih besar,” kata Bassett.

Polio dinyatakan hilang di Amerika Serikat pada 1979, lebih dari dua dekade setelah vaksin tersedia. Bassett beranggapan momen ini dapat membuat orang dewasa, termasuk ibu hamil dan anak kecil hingga usia dua bulan, mengikuti imunisasi polio mereka. Imunisasi dianggap perlindungan yang aman terhadap virus yang melemahkan ini.

Sebelum pengembangan vaksin polio pada 1950-an, ribuan orang Amerika meninggal karena wabah polio. Banyak juga anak-anak yang mengalami kelumpuhan dengan berbagai tingkat. Menurut data vaksinasi masa kanak-kanak terbaru CDC, sekitar 93 persen anak berusia dua tahun di seluruh negeri telah menerima setidaknya tiga dosis vaksin polio. Sementara itu, orang dewasa yang tidak divaksinasi dapat menerima imunisasi tiga dosis. Kemudian, mereka yang divaksinasi tetapi dianggap berisiko tinggi dapat menerima suntikan booster seumur hidup. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA