Wednesday, 19 Muharram 1444 / 17 August 2022

Virus ini Buat Manusia Lebih Menarik bagi Nyamuk

Sabtu 02 Jul 2022 02:59 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Gita Amanda

Menurut penelitian baru, ketika nyamuk menggigit dan menginfeksi seseorang dengan virus seperti demam berdarah atau zika, maka itu juga membuat orang tersebut berbau harum untuk nyamuk lain. (ilustrasi).

Menurut penelitian baru, ketika nyamuk menggigit dan menginfeksi seseorang dengan virus seperti demam berdarah atau zika, maka itu juga membuat orang tersebut berbau harum untuk nyamuk lain. (ilustrasi).

Foto: dinsos.jakarta.go.id
Ketika nyamuk menginfeksi dengan virus demam berdarah atau zika, menarik nyamuk lain

REPUBLIKA.CO.ID, FARMINGTON -- Menurut penelitian baru, ketika nyamuk menggigit dan menginfeksi seseorang dengan virus seperti demam berdarah atau zika, maka itu juga membuat orang tersebut berbau harum untuk nyamuk lain.

Itu membuatnya lebih memungkin nyamuk yang lain akan menggigit, kemudian mengambil virus dan membawanya ke korban berikutnya. "Virus ini dapat memanipulasi mikrobioma kulit inang untuk menarik lebih banyak nyamuk agar menyebar lebih cepat," kata rekan penulis studi Penghua Wang, seorang ahli imunologi di UConn Health di Farmington, Conn, dilansir dari laman Health Day, pada Jumat (1/7/2022).

Baca Juga

Para peneliti menyatakan, temuan ini dapat menjelaskan bagaimana virus yang dibawa nyamuk bertahan untuk waktu yang lama. Baik demam berdarah maupun Zika disebarkan oleh nyamuk dan berada dalam keluarga virus yang sama dengan demam kuning, ensefalitis Jepang, dan West Nile.

Menurut National Institutes of Health's National Institute for Allergy and Infectious Disease, demam berdarah mempengaruhi 50 juta orang per tahun dan membunuh 20 ribu orang, yang kebanyakan anak-anak. Sementara zika dapat menyebabkan cacat lahir serius pada janin dari ibu hamil yang terinfeksi, meskipun jarang menyebabkan masalah serius pada orang dewasa.

Untuk terus menyebar, kedua virus memerlukan infeksi berkelanjutan pada inang hewan. Jika semua nyamuk mati atau semua inang yang rentan membersihkan virus, maka virus akan hilang.

Para peneliti menduga virus mungkin mengubah aroma orang dalam beberapa cara untuk menarik nyamuk. Mereka menemukan bahwa nyamuk tampaknya lebih menyukai tikus yang terinfeksi demam berdarah daripada tikus yang sehat.

Kemudian mereka menemukan dan menguji beberapa molekul yang lebih umum pada hewan yang terinfeksi.  Mereka menerapkannya pada tikus bersih dan tangan sukarelawan manusia.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA