Tuesday, 6 Zulhijjah 1443 / 05 July 2022

Berapa Lama Penularan Cacar Monyet? Ini Kata Ahli Kesehatan

Ahad 29 May 2022 17:44 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadani/ Red: Qommarria Rostanti

Penularan cacar monyet. (ilustrasi)

Penularan cacar monyet. (ilustrasi)

Foto: Republika
Cacar monyet bisa menular hingga empat pekan setelah infeksi terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa kasus cacar monyet telah teridentifikasi di lebih dari 20 negara. Memahami cara penularan cacar monyet dapat membantu menekan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox tersebut.

Menurut beberapa laporan, cacar monyet bisa menular hingga empat pekan setelah infeksi terjadi. Penularan ini bisa terjadi melalui kontak erat dengan lesi cacar yang ada pada tubuh penderita.

Baca Juga

Sebuah studi bahkan melaporkan bahwa ada beberapa pasien yang masih bisa menularkan cacar monyet hingga 10 pekan. Laporan lain mengungkapkan bahwa lesi cacar monyet bisa menularkan penyakit sampai benar-benar hilang dari tubuh pasien.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mengungkapkan, masa inkubasi cacar monyet adalah 5-21 hari, dengan rata-rata 14 hari. Pada masa inkubasi ini, CDC mengatakan orang yang terinfeksi belum bisa menularkan cacar monyet.

"Periode menular dapat disamakan dengan periode waktu di mana ruam dan lenting muncul, ini mungkin berlangsung selama dua pekan atau lebih lama," jelas dr Michael Head dari Southampton University, seperti dilansir di Mirror, Ahad (29/5/2022).

Mengingat penyakit ini ditularkan melalui kontak erat, orang-orang yang berkontak erat dengan pasien cacar monyet juga dianjurkan untuk menjalani karantina mandiri. Karantina ini dapat berlangsung hingga 21 hari.

Sebagai tambahan, banyak dari kasus cacar monyet yang muncul saat ini dialami oleh pria gay dan biseksual. Berdasarkan temuan ini, beberapa ahli memprediksi bahwa ada kemungkinan penyakit cacar monyet ditularkan melalui kontak seksual.

"Kontak erat orang ke orang atau kontak dengan benda yang digunakan oleh penderita cacar monyet (seperti seprai atau baju)," ujar laporan.

Cacar monyet biasanya ditemukan di beberapa wilayah Republik Demokratis Kongo. Para ahli belum mengetahui secara pasti apa yang membuat cacar monyet saat ini menyebar lebih luas dibandingkan biasanya.

"Bila penularan lanjutan memang dapat terjadi dalam jangka waktu yang lebih lama, identifikasi dini untuk setiap kasus menjadi penting dalam upaya memutus rantai transmisi dan menekan wabah," kata dr Head.

Orang-orang yang mengalami gejala ruam atau lesi seperti cacar monyet, khususnya setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan baru, dianjurkan untuk membatasi kontak dengan orang lain. Mereka juga diminta untuk menghubungi layanan kesehatan lewat telepon untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA