Thursday, 8 Zulhijjah 1443 / 07 July 2022

Cacar Monyet Belum Ada di Indonesia, Epidemiolog Sebut Edukasi Dini Tetap Perlu

Kamis 26 May 2022 21:13 WIB

Red: Qommarria Rostanti

Edukasi dini terkait penyakit cacar monyet dinilai perlu dilakukan. (ilustrasi)

Edukasi dini terkait penyakit cacar monyet dinilai perlu dilakukan. (ilustrasi)

Foto: CDC via AP
Edukasi dini diperlukan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Epidemiolog lapangan dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dr Yudhi Wibowo mengingatkan perlunya edukasi sedini mungkin terkait cacar monyet. Tujuannya, meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat.

"Meskipun hingga saat ini belum ada kasus cacar monyet di Indonesia namun edukasi sedini mungkin perlu sekali. Mengingat saat ini sudah banyak negara yang melaporkan penyakit cacar monyet tersebut," kata Yudhi di Purwokerto, Kamis (26/5/2022).

Baca Juga

Pengajar di Fakultas Kedokteran Unsoed itu mengatakan, sosialisasi dan edukasi mengenai cacar monyet dapat digencarkan sebagaimana yang pernah dilakukan pada penyakit hepatitis akut.

"Terkait dengan sosialisasi dan edukasi penyakit ini menurut saya pemerintah sudah belajar banyak dari pandemi Covid-19 sehingga akan berjalan dengan sangat baik. Termasuk juga antisipasi beredarnya hoaks atau berita bohong, ini perlu diperhatikan," katanya.

Dengan adanya berbagai program yang dipersiapkan sejak dini, kata dia, diharapkan dapat mengantisipasi penyebaran penyakit tersebut. "Terlebih lagi saat ini pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan cacar monyet atau monkeypox yang dibawa oleh para pelaku perjalanan domestik maupun mancanegara di dalam negeri," ujarnya.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga harus memperkuat surveilans kewaspadaan dini dan respons cepat serta koordinasi yang terpadu dan seterusnya. "Pada intinya meskipun belum ada kasus cacar monyet di Tanah Air namun langkah antisipasi yang menyeluruh tetap perlu diintensifkan," kata dia.

Virolog dari Unsoed dr Daniel Joko Wahyono M Biomed mengatakan, virus cacar monyet merupakan penyakit yang mirip virus cacar manusia atau smallpox. "Penyakit virus cacar monyet ini termasuk penyakit virus yang baru atau emerging virus disease yang mempunyai kemampuan menular atau menginfeksi pada inang baru yaitu dari inang asal monyet ke manusia," katanya.

Biasanya, kata dia, penularan penyakit virus cacar monyet ini karena adanya interaksi dengan monyet yang sakit. "Sementara penularan antarmanusia bisa terjadi jika melakukan kontak erat dengan penderita cacar monyet melalui cairan dari saluran pernafasan, terkena luka cacar penderita maupun menyentuh benda yang terkontaminasi virusnya," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA