Monday, 15 Syawwal 1443 / 16 May 2022

Risiko Kematian Dini yang Bisa Dirasakan Setelah Berjalan Santai Keliling Kompleks

Jumat 28 Jan 2022 09:49 WIB

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Reiny Dwinanda

Jalan kaki (ilustrasi). Kelelahan ekstrem yang dirasakan orang berusia 60 tahun ke atas usai berjalan santai dapat menjadi pertanda tingginya risiko kematian dini.

Jalan kaki (ilustrasi). Kelelahan ekstrem yang dirasakan orang berusia 60 tahun ke atas usai berjalan santai dapat menjadi pertanda tingginya risiko kematian dini.

Foto: www.piqsels.com
Risiko kematian dini dapat ditekan dengan rutin berolahraga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jalan-jalan keliling kompleks perumahan atau di taman merupakan salah satu aktivitas fisik ringan, namun bagi sebagian orang itu bisa jadi sangat melelahkan. Jika Anda berusia di atas 60 tahun dan sering merasa sangat lelah setelah jalan santai, bisa jadi itu merupakan pertanda risiko kematian dini.

Bukan untuk menakut-nakuti, hal itu merupakan temuan studi dari University of Pittsburgh, Amerika Serikat yang diterbitkan di Journal of Gerontology. Studi yang melibatkan 2.900 lansia yang berusia 60 tahun ke atas ini menemukan bahwa mereka yang selalu merasa sangat lelah setelah berjalan santai atau mengerjakan pekerjaan rumah ringan, mungkin berisiko tinggi meninggal dalam tiga tahun ke depan.

Baca Juga

Untuk sampai pada kesimpulan itu, para peneliti meminta peserta menilai seberapa lelah mereka ketika mengikuti berbagai kegiatan dalam skala satu sampai lima. Kegiatan itu termasuk berkebun, menonton televisi, bersosialisasi dengan teman, dan olahraga berbasis berat badan.

Setiap peserta mencantumkan skor kelelahan antara 0 (rendah) hingga 50 (tinggi) untuk menunjukkan seberapa lelah mereka setelah berolahraga. Menurut studi ini, mereka yang memiliki skor tertinggi lebih mungkin meninggal dalam periode tindak lanjut.

Mereka yang memiliki skor lebih dari 25 memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk meninggal selama 2,7 tahun ke depan dibandingkan dengan orang lain yang mencetak di bawah 25 poin. Para peneliti juga memperhitungkan faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi pada kematian mereka, seperti usia dan jenis kelamin.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA