Sunday, 11 Rabiul Awwal 1443 / 17 October 2021

Sunday, 11 Rabiul Awwal 1443 / 17 October 2021

Beragam Cara Meredakan Sakit Tenggorokan

Senin 20 Sep 2021 07:19 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Reiny Dwinanda

Sakit tenggorokan (ilustrasi). Ada cara mengatasi sakit tenggorokan.

Sakit tenggorokan (ilustrasi). Ada cara mengatasi sakit tenggorokan.

Foto: www.freepik.com.
Sakit tenggorokan tak selalu terjadi akibat Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sakit tenggorokan bisa sangat menyakitkan. Gangguan kesehatan ini dapat terjadi pada siapapun, bahkan sekitar 7,5 persen orang mengami sakit tenggorokan dalam periode tiga bulan.

Sakit tenggorokan biasanya berlangsung dua sampai tujuh hari. Durasinya bervariasi sesuai dengan infeksi.

Apa yang menyebabkan sakit tenggorokan? Dilansir The Sun pada Senin (20/9), sakit tenggorokan memiliki beberap penyebab.

Baca Juga

Infeksi virus

Sakit tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi virus sering kali datang disertai dengan gejala seperti pilek, batuk, dan demam. Jauhkan diri dari orang lain untuk mencegah penularan. Virus dapat membuat radang tenggorokan, radang amandel, radang tenggorokan, dan demam kelenjar.

Covid-19

Sakit tenggorokan juga telah diidentifikasi sebagai gejala umum Covid-19. National Health Service (NHS) Inggris tidak mencantumkan ini sebagai salah satu fitur utama virus, tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengenalinya sebagai gejala Covid-19.

Sakit tenggorokan karena Covid-19 kemungkinan disertai gejala lain, seperti kehilangan rasa atau penciuman, batuk, demam, pilek, atau bersin. Jalani tes serta jauhi orang lain sampai hasil tes uji usap Covid-19 keluar.

Merokok

Hentikan kebiasaan merokok. Orang yang menghisap vape juga mengeluh sakit tenggorokan, karena mereka masih mendapatkan nikotin.

Polusi

British Lung Foundation mengatakan, orang mungkin akan mulai merasakan tenggorokannya kering atau batuk ketika menghirup udara yang tercemar selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Orang yang mengalaminya mungkin juga merasa sesak napas, mengi, atau hidung gatal maupun berair.

Polusi udara dalam ruangan, yang disebabkan oleh hal-hal seperti bahan kimia pembersih, api, dan lilin, terkait dengan peningkatan risiko pneumonia, COPD, kanker paru-paru, penyakit jantung, dan strok.

Kanker

Meskipun jarang terjadi, sakit tenggorokan juga harus diwaspadai sebagai tanda kanker. Jika tidak kunjung sembuh dan ada rasa sakit, bisa jadi itu penyebabnya. Gejala lain dari kanker tenggorokan termasuk perubahan suara, kesulitan menelan, benjolan di leher, dan penurunan berat badan.

NHS menyarankan untuk menemui dokter umum jika sakit tenggorokan tidak membaik setelah sepekan, berulang mengalaminya, atau kalau Anda khawatir tentang sakit tenggorokan itu. Periksakan ke dokter jika sakit tenggorokan diikuti dengan kenaikan suhu badan yang sangat tinggi atau merasa panas dan menggigil.

"Orang yang sistem kekebalan yang lemah, misalnya, karena diabetes atau kemoterapi juga perlu memeriksakan diri jika sakit tenggorokan," kata NHS.

Segera hubungi layanan kesehatan jika anggota keluarga ada yang tiba-tiba mengalami kesulitan menelan atau bernapas, mengiler (tanda tidak bisa menelan), membuat suara bernada tinggi saat bernapas (disebut stridor), atau memiliki gejala yang parah dan memburuk dengan cepat.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA