Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Wednesday, 13 Zulqaidah 1442 / 23 June 2021

Kenali Tanda Tubuh Kekurangan Cairan

Kamis 13 May 2021 16:25 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah

Disadari atau tidak, tubuh kehilangan cairan sepanjang hari.

Disadari atau tidak, tubuh kehilangan cairan sepanjang hari.

Foto: Pixabay
Disadari atau tidak, tubuh kehilangan cairan sepanjang hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Disadari atau tidak, tubuh kehilangan cairan sepanjang hari. Saat berkeringat, menangis, buang air kecil, bahkan menarik napas, sama-sama berkontribusi membuat tubuh kehilangan cairan dalam jumlah tertentu.

Itu sebabnya disarankan minum air dalam jumlah yang cukup setiap hari. Selain menghilangkan dahaga, fungsinya antara lain untuk mencegah gejala awal dehidrasi seperti kelelahan, sakit kepala, perubahan suasana hati, dan sulit fokus.

Baca Juga

Dokter senior di WorldClinic, Adam Brittain, mengingatkan bahwa hampir 60 persen tubuh manusia terdiri dari air. Tubuh bergantung pada air untuk bernapas, mencerna, melumasi sendi, membuang limbah, dan memelihara homeostasis.

"Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup air, atau jika kehilangan lebih banyak air daripada yang diminum, kemungkinan terjadi dehidrasi. Akibatnya dapat menyebabkan komplikasi jangka pendek dan jangka panjang," kata Brittain.

Kabar baiknya, tubuh punya cara memberi tahu ketika seseorang tidak minum cukup air. Dokter pencegahan penyakit Erika Schwartz menyampaikan, dengan itu tubuh mencegah terjadinya risiko dehidrasi ringan.

Dehidrasi menurunkan aliran darah dan oksigen ke otak, yang pada gilirannya menyebabkan peradangan. Oleh karena itu, kurang minum air dapat menyebabkan sakit kepala, kabut otak atau merasa kebingungan, kelelahan, dan pusing.

Selain tanda-tanda tersebut, segera minum air jika mengalami nyeri sendi dan kekakuan atau kram pada otot dan ligamen. Pasalnya, air sangat memainkan peran penting untuk melumasi sendi dan otot.

"Beberapa tanda lainnya adalah mulut kering dan kulit kering, rasa haus meningkat, juga urine yang berkurang dan menjadi lebih gelap dan pekat," tutur Schwartz, dikutip dari laman Well and Good, Kamis (14/5).

Selain mencermati tanda kurang minum, penting juga menyesuaikan dengan rekomendasi asupan cairan. Akademi Ilmu Pengetahuan, Teknik, dan Kedokteran Nasional Amerika Serikat telah menetapkan pedoman tentang hal tersebut.

Asupan cairan harian untuk orang dewasa sehat yang tinggal di iklim sedang adalah sekitar 11,5 cangkir sehari bagi perempuan dan 15,5 cangkir bagi pria. Jumlah itu dapat berubah berdasarkan sejumlah faktor lain.

Misalnya, seberapa banyak seseorang berolahraga, lingkungan tempat tinggal, dan kondisi kesehatan. Schwartz bahkan merekomendasikan minum air sebanyak 1/2 berat badan dalam ons. Aturan sederhananya, segera minum air saat haus (kecuali jika berpuasa).

Minum air bukan satu-satunya cara untuk tetap terhidrasi. Konsumsi buah dan sayuran dengan kandungan air yang tinggi juga bisa menjadi alternatif, misalnya menyantap brokoli, wortel, mentimun, semangka, dan anggur.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA