Sabtu 23 Jan 2021 08:45 WIB

Penanganan Covid-19 Dimulai dari Mengobati Gejalanya

Covid-19 memengaruhi tiap orang dengan cara yang berbeda, gejalanya pun berbeda.

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Reiny Dwinanda
Ilustrasi Covid-19. Ketika seseorang positif Covid-19, mereka dapat mengonsumsi obat yang disesuaikan dengan keluhan untuk sementara. Akan tetapi, berikutnya mereka tetap harus mengonsultasikan obat yang akan diminum.
Foto: Pixabay
Ilustrasi Covid-19. Ketika seseorang positif Covid-19, mereka dapat mengonsumsi obat yang disesuaikan dengan keluhan untuk sementara. Akan tetapi, berikutnya mereka tetap harus mengonsultasikan obat yang akan diminum.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sudah hampir setahun lebih dunia dihantui dengan pandemi Covid-19. Beredar banyak video bagaimana pasiennya berjuang melawan penyakit ini. Ada pasien yang memang terkena gejala berat hingga meninggal, ada juga yang tanpa gejala dan sembuh dengan mudah.

Sebenarnya bagaimana cara penanganan Covid-19 begitu seseorang dinyatakan positif? Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Dr dr Agus Dwi Susanto SpP mengatakan, penanganan Covid-19 harus berdasarkan dari gejala apa yang terlihat.

Baca Juga

"Misalnya indera penciumannya hilang atau hanya batuk, itu harus ke dokter THT. Untuk penanganan awal batuk, itu boleh saja diberikan obat batuk. Tapi tentu harus juga ke spesialis paru, nanti diberi obat untuk perbaiki parunya jika ada masalah dalam paru," ungkap Agus dalam Instagram Live Katadata, Jumat (22/1).

photo
Beda gejala alergi dengan Covid-19. - (Republika)

Dari pengalamannya saat menangani beberapa pasien yang alami gejala berhubungan paru, Agus memberikan obat antiinflamasi atau antioksidan. Biasanya, itu bisa memperbaiki kerusakan paru.

"Lalu, kalau gejala yang berhubungan dengan lambung, ini harus dikonsultasikan dengan dokter penyakit dalam," tutur Agus.

Menurut Agus, ketika seseorang positif Covid-19, mereka dapat mengonsumsi obat yang disesuaikan dengan keluhan untuk sementara. Akan tetapi, berikutnya mereka tetap harus mengonsultasikan obat yang akan diminum.

Untuk keluhan yang berhubungan dengan paru, kerusakan yang terjadi biasanya berupa fibrosis atau kekakuan jaringan paru. Namun, fibrosis ini ada yang bisa dipulihkan dan ada pula yang menetap. Pasien yang alami fibrosis kondisi parunya bisa kembali seperti semula, tergantung luas kerusakannya.

Ketika seseorang diduga terinfeksi SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, gejala ringan yang muncul adalah batuk hingga demam. Berdasarkan panduan pada awal pandemi, bila gejala ini muncul sebaiknya melakukan karantina mandiri di rumah.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement