Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Friday, 13 Syawwal 1441 / 05 June 2020

Tak ke Dokter Gigi, Milenial Malah Mengakali Gigi Sensitif

Jumat 01 Mar 2019 18:04 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Gigi sensitif. (Ilustrasi)

Gigi sensitif. (Ilustrasi)

Foto: Safebee
Dulunya, gigi sensitif dialami oleh orang yang berusia 40 tahun ke atas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tren penderita gigi sensitif saat ini telah mengalami pergeseran. Dulunya, gigi sensitif kerap dialami oleh orang-orang berusia 40 hingga 60 tahun.

Baca Juga

Kini, gigi sensitif datang lebih dini, mendera mereka yang berusia 18 sampai 30 tahun alias generasi milenial. Fakta itu didapat dari pengalaman dokter gigi Callista Argentina Wulansari di klinik tempatnya berpraktik.

"Itu sudah sangat bergeser dari pengalaman sebelumnya, karena biasanya yang mengalami gigi sensitif itu usia 40 sampai 60 tahun,” kata Callista saat menjadi pembicara di acara edukasi konsumen bersama Sensodyne Rapid Relief di Mall Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (1/ 3).

Callista menjelaskan, menurut penelitian yang berkembang saat ini, dua dari lima anak millenial, mengalami gigi sensitif. Tapi, beberapa dari mereka, tidak pernah memeriksakan gigi sensitif mereka ke dokter gigi.

photo
Dokter gigi Callista Argentina Wulansari

Malah, para anak-anak muda ditemukan lebih sering melakukan inovasi dan strategi agar gigi mereka tak mengalami ngilu saat makan. Misalnya, minum minuman dingin dengan menggunakan sedotan, memilih minuman yang memiliki sedikit es sehingga tak terlalu dingin, dan memilih potongan kue-kue serta cookies yang berukuran kecil sehingga tak menyebabkan gigi ngilu.

“Mereka mengalami ngilu, tapi mereka tak ke dokter gigi. Mereka mencari jalan lain untuk mengatasi gigi ngilu itu,” ujar dia.

Callista mengungkapkan, gigi yang ngilu tak melulu disebabkan karena gigi sensitif. Dia menyarankan agar masyarakat mengetahui penyebab gigi ngilu.

Bisa jadi gigi mereka memang sensitif, berlubang, atau mengalami penumpukan karang gigi. Masyarakat harus memeriksakannya ke dokter terlebih dahulu untuk mengetahui penyebab gigi ngilu.

Menurut Callista, secara spesifik gigi sensitif memiliki ciri ngilu yang berdurasi pendek dan tajam. Dengan demikian, tanpa pertanda itu, kemungkinan ngilu bukan terjadi karena gigi sensitif.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA