Saturday, 5 Rabiul Awwal 1444 / 01 October 2022

Pengaruh Sentuhan pada Perkembangan Otak Bayi

Jumat 24 Nov 2017 09:08 WIB

Rep: MGROL 99/ Red: Indira Rezkisari

Ibu menggendong bayinya.

Ibu menggendong bayinya.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkah Anda melarang bayi Anda unutk disentuh anggota keluarga atau kerabat yang lain? Menurut sebuah penelitian terbaru, tidak ada terlalu sedikit dalam urusan memeluk bayi Anda. Sentuhan sangat penting ini memiliki beberapa manfaat besar dalam hal perkembangan otak.

Peneliti dari Nationwide Children's Hospital di Ohio mengamati 125 bayi prematur dan bayi normal untuk melihat bagaimana mereka merespons sentuhan lembut. Hasilnya menunjukan bayi prematur memiliki respons yang kurang dibandingkan dengan bayi normal. Kemudian bayi yang mendapatkan paparan prosedur medis berlebih juga memiliki respons yang kurang terhadap sentuhan.

Bayi prematur yang mendapatkan sentuhan lembut dari orang tua atau pengasuh NICU mereka dapat merespons dengan lebih kuat sentuhan lembut daripada bayi prematur yang tidak disentuh sesering mungkin. Menurut pimpinan peneliti Dr Nathalie Maitre, sentuhan lembut dan suportif benar-benar dapat membantu perkembangan otak.

"Memastikan bahwa bayi prematur mendapat sentuhan positif dan suportif seperti perawatan kulit dari kulit ke orang tua sangat penting untuk membantu otak mereka menanggapi sentuhan lembut dengan cara yang serupa dengan bayi yang masa kehamilan normal di dalam rahim ibunya," jelas Nathalie, dilansir dari Parents.

Ketika orang tua tidak dapat melakukan ini, rumah sakit mungkin dapat mempertimbangkan terapis pekerjaan dan fisik untuk memberikan pengalaman sentuhan. Dan ternyata, Dr Maitre dan rekan-rekannya sekarang merancang cara baru untuk memberikan sentuhan positif di NICU.

Sementara itu, jagalah bayi Anda untuk tetap dalam dekapan unutk memahami isi hati Anda. Karena sentuhan Anda sangat penting.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA