Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Wednesday, 6 Zulqaidah 1442 / 16 June 2021

Lidah Buaya Diteliti Sebagai Obat Alternatif Diabetes

Rabu 27 Jul 2016 07:06 WIB

Rep: MGROL 68/ Red: Indira Rezkisari

Lidah buaya

Lidah buaya

Foto: ist

REPUBLIKA.CO.ID, Sebuah analisis yang dikumpulkan dari sembilan studi meneliti efek dari mengonsumsi lidah buaya pada penderita diabetes dan pre-diabetes menunjukkan hasil bahwa tanaman obat ini bisa menjadi pilihan pengobatan.

Diabetes adalah suatu kondisi seumur hidup di mana gula darah terlalu tinggi dan jika tidak diobati, dapat mengakibatkan kerusakan organ. Ada 382 juta orang di seluruh dunia hidup dengan diabetes, dan sebagian besar kasus adalah orang-orang dengan diabetes tipe 2.

Dikutip dari Express, Penelitian yang dilakukan Medical Centre David Grant USAF di Travis Air Force Base di Fairfield California dan temuan yang dipublikasikan dalam The Journal of Alternative dan Complementary Medicine, menunjukkan penderita diabetes yang berpuasa gula darah di atas 200 mg/dl mungkin dapat memperoleh keuntungan dari pengobatan dengan mengkonsumsi lidah buaya.

Lidah buaya adalah obat yang populer digunakan oleh orang Cina, Mesir, Yunani, India, Meksiko Jepang selama ribuan tahun.  Bahkan baru-baru ini lidah buaya bisa digunakan sebagai obat kulit untuk mengobati dermatitis seboroik, psoriasis vulgarise, herpes genital, dan sebagai obat cuci perut.

Studi sementara menyatakan bahwa lidah buaya dapat digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit kronis seperti asma, glaukoma, tekanan darah tinggi dan penyakit inflamasi usus. Efeknya adalah menurunkan glukosa darah yang tinggi, hal ini yang membuat peneliti memutuskan untuk menganalisanya.

Tim dari David Grant USAF Medical Centre menganalisis dan mencari studi tentang efek dari mengkonsumsi lidah buaya pada glukosa darah puasa, hemoglobin A1c, tes konsumsi glukosa, dan sejumlah langkah lainnya dalam pra-diabetes dan populasi diabetes.

Mereka menemukan hanya sembilan studi memiliki data yang sesuai untuk meta-analisis, glukosa darah dan hemoglobin saja.

Para peneliti melakukan arahan ke beberapa keterbatasan data dan temuan seperti inkonsistensi di studi dalam perumusan lidah buaya digunakan sehingga sulit untuk menentukan produk tersebut akan efektif. Studi klinis lebih lanjut harus dilakukan untuk lebih mengeksplorasi temuan ini. Hal ini muncul setelah seorang pria melakukan pemeriksaan diet untuk mengobati diabetes.

(baca: Posisi Tidur Terbaik Saat Nyeri Punggung)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA