Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Benarkah Golongan Darah Pengaruhi Kinerja Otak?

Senin 21 Mar 2016 06:14 WIB

Rep: Adysha Citra R/ Red: Indira Rezkisari

Golongan darah

Golongan darah

Foto: flickr

REPUBLIKA.CO.ID, Ada banyak faktor penyebab terjadinya demensia atau penurunan kognitif, mulai dari kebiasaan merokok hingga tekanan darah tinggi. Akan tetapi sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa golongan darah juga dapat memengaruhi risiko terjadinya masalah kognitif pada seseorang.

Selama 3,5 tahun, satu tim peneliti melakukan penelitian terhadap lebih dari 30 ribu orang peserta. Selama penelitian ini, para peneliti menguji fungsi kognitif para peserta untuk melihat apakah ada kemunduran atau tidak.

Untuk mengetes fungsi kognitif peserta, para peneliti menggunakan beberapa tes untuk melakukan pengukuran. Beberapa tes yang digunakan ialah kefasihan lisan, daya ingat langsung, orientasi serta kemampuan untuk mempelajari 10 daftar kata.

Di akhir masa penelitian, para peneliti menemukan adanya penurunan kognitif yang signifikan pada 495 orang peserta. Pada 495 peserta tersebut, peneliti menemukan bahwa ada satu jenis golongan darah yang memiliki risiko lebih besar dalam mengami penurunan kognitif. Golongan darah tersebut, menurut para peneliti, ialah golongan darah yang terbilang jarang yaitu AB.

Peneliti menilai pemilik golongan darah AB memiliki risiko penurunan kognitif lebih besar karena golongan ini diketahui memiliki korelasi dengan masalah kardiovaskular. Dalam penelitian lain, masalah kardiovaskular atau masalah jantung juga memiliki hubungan dengan penurunan kognitif pada seseorang.

Selain itu, penyakit kardiovaskular dan demensia juga memiliki faktor risiko yang serupa. Beberapa risiko yang sama-sama dapat menyebabkan kedua penyakit ini di antaranya adalah obesitas dan diabetes.

Meski begitu, peneliti mengisyaratkan agar para pemilik golongan darah AB tidak terlalu panik. Pasalnya, temuan ini baru didasarkan pada satu penelitian saja. Perlu banyak penelitian lanjutan untuk lebih memperdalam temuan ini. Pasalnya, berbagai penelitian juga menemukan ada banyak faktor yang dapat menurunkan risiko dari demensia atau penurunan kognitif.

Hal ini berarti bahwa ada banyak hal yang dapat dilakukan pemilik golongan darah AB untuk menurunkan risiko demensia atau penurunan kogintifnya. Diet, olahraga fisik hingga aktivitas yang merangsang mental, misalnya, dapat menjadi opsi bagi pemilik golong darah AB untuk menurunkan risiko demensia atau penurunan kognitif yang mungkin sedang menghantui, dikutip dari laman About.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA