Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Saturday, 18 Safar 1443 / 25 September 2021

Manfaat Menunda Memotong Tali Pusar

Kamis 16 Apr 2015 06:48 WIB

Red: Winda Destiana Putri

Bayi baru lahir. Ilustrasi

Bayi baru lahir. Ilustrasi

Foto: >

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai penghubung kasih ibu dan buah hatinya, tali pusar memang salah satu hal yang kerap mengundang perhatian orang tua. Setidaknya sampai tali pusar ini puput.

Sesaat setelah bayi lahir, sisa tali pusar ini masih akan menggantung di bagian pusar perut bayi. Dokter atau perawat biasanya akan memotongnya beberapa saat setelah bayi lahir.
 
Beberapa pendapat mengatakan untuk membiarkan dulu tali selama satu jam sebelum memotongnya, pendapat lain menyatakan dua jam, atau bahkan ada yang langsung memotongnya selama beberapa menit setelah bayi lahir. Nah, sebenarnya berapa lama waktu ideal sebelum akhirnya tali pusar ini dipotong?
 
Cukup satu jam, demikian tutur Dr. Rinawati Rohsiswanto, SpA(K), konsultan anak dari Subbagian Perinatologi, Ilmu Kedokteran Anak, FKUI-RSCM, Jakarta dikutip dari www.parentsindonesia.com.

“Bila bayi dalam kondisi normal dan sehat, idealnya tali pusar dibiarkan dulu selama satu jam sebelum akhirnya dipotong, Ini agar darah yang berisi oksigen dan nutrisi makanan dari ibu, terutama zat besi, masih bisa tetap mengalir kepada bayi,” ujarnya.

Ibaratnya, “rugi” jika tali pusat cepat-cepat dipotong hanya dalam hitungan menit, lanjut Dr. Rinawati, karena berarti nutrisi bawaan dari ibu juga cepat dihentikan.
 
Memaksimalkan Aliran Zat Besi
Studi fisiologis yang dimuat dalam American Journal of Diseases of Children juga menyatakan bahwa terdapat aliran sekitar 80 ml darah dari plasenta pada satu menit setelah persalinan. Aliran ini akan mencapai 100 ml pada 3 menit setelah persalinan. Penambahan volume darah tersebut dapat menyuplai zat besi sebesar 40-50 mg/kg berat badan sehingga bayi tidak mengalami kekurangan darah.
 
Selain membantu agar bayi tidak mengalami kekurangan sel darah merah atau anemia, membiarkan tali pusat lebih lama juga dapat mencegah defisiensi zat besi selama tahun pertama kehidupan bayi.

“Ini sangat penting, terutama karena asupan zat besi yang cukup akan membuat perkembangan otak bayi di tahun pertama kehidupannya menjadi optimal.”
 
Kendati demikian, tali pusat yang panjangnya berkisar 30-50 cm ini juga tidak dibiarkan tanpa dipotong dalam waktu selama mungkin–karena diharapkan aliran zat besi bisa banyak mengalir. “Membiarkan tali pusat selama lebih dari satu jam justru tidak baik, karena biar bagaimanapun tali pusat akan membusuk,” tegas Dr. Rinawati. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA