Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Saturday, 15 Rajab 1442 / 27 February 2021

Ayah Hindarilah Depresi, Demi Kebaikan si Kecil

Selasa 15 Mar 2011 20:33 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Ayah Depresi (Ilustrasi)

Ayah Depresi (Ilustrasi)

Foto: HEALTH TREE

REPUBLIKA.CO.ID, MURRAY, AS - Para ayah perlu waspada dengan kondisi mental negatif dan efeknya terhadap keluarga, terutama mereka yang baru menjadi ayah. Pasalnya ayah yang depresi terbukti cenderung bersikap kasar kepada anak mereka, menggunakan kekerasan fisik bahkan kepada bayi atau balita yang masih merangkak, demikian menurut penelitian terbaru.

Sebuah studi yang melibatkan para lelaki yang baru menjadi ayah selama setahun menemukan bahwa mereka kerap memukul anak mereka dan jarang dekat apalagi membacakan dongeng sebelum tidur bila dibanding ayah dengan kondisi mental sehat.

Penemuan ini kian menguatkan pentingnya kesadaran 'depresi pascakelahiran si kecil' di kalangan ayah. "Gejala depresi pada ayah bisa memberi efek negatif dalam hubungan dengan anak-anak mereka," ujar pakar pediatri di Intermountain Healthcare, Murray, Utah.

Dalam studi yang dipublikasikan 14 Maret di jurnal Pediatri, Davis dan koleganya mengevaluasi data yang diberikan oleh 1.746 ayah dengan bayi berusia 1 tahun yang berpartisipasi dalam penelitian berjudul Keluarga Rapuh dan Anak Sejahtera.

Penelitian berjangka lama ini mengikutkan 5.000 anak yang sebagian besar lahir di kota-kota besar AS antara 1998 dan 2000. Secara keseluruhan, 7 persen para ayah memiliki riwayat depresi di tahun sebelumnya. Situasi itu sangat tipikal dalam populsi umum, ujar Davis.

Para ayah yang tinggal bersama anak-anak mereka ditanyai seputar empat perilaku, baik positif maupun negatif. Dari sana peneliti menemukan bahwa ayah depresi dilaporkan paling tidak memukul anak mereka empat kali di bulan lalu. Sejumlah 41 persen ayah depresi melakukan itu, sementara 13  persen ayah tidak depresi juga melakukan hal yang sama.

Ayah yang depresi juga dilaporkan kurang memiliki hubungan dekat dengan anak termasuk tidak membacakan cerita bagi mereka kurang dari tiga kali dalam seminggu. Angka itu jauh dibanding para ayah yang bermental sehat.

Akademi Pediatrik Amerika menentang keras perlakuan keras apalagi memukul anak untuk alasan apa pun. Mereka menyatakan pukulan dapat memicu agitasi dan sikap agresi di jiwa anak.


sumber : Health Day
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA