Rabu 10 Aug 2022 16:09 WIB

Tumbuh Pesat, OJK Dorong Pengembangan Pasar Modal Syariah

Nilai kapitalisasi pasar atas saham syariah alami peningkatan 11,79 persen (ytd)

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Pasar Modal Syariah menunjukkan perkembangan yang pesat. Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang membukukan kinerja positif sepanjang tahun ini.
Foto: Prayogi/Republika.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Pasar Modal Syariah menunjukkan perkembangan yang pesat. Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang membukukan kinerja positif sepanjang tahun ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Pasar Modal Syariah menunjukkan perkembangan yang pesat. Kondisi tersebut tercermin dari pergerakan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) yang membukukan kinerja positif sepanjang tahun ini. 

Hingga 9 Agustus 2022, ISSI tercatat berada di posisi 209,42 atau meningkat 10,79 persen year-to-date (ytd). Nilai kapitalisasi pasar atas saham syariah secara ytd juga mengalami peningkatan 11,79 persen dari sebelumnya Rp 3.983,65 triliun menjadi Rp 4.453,24 triliun.

OJK pun berkomitmen untuk terus mengembangkan Pasar Modal Syariah. "Ini dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di tahun 2024," kata Kepala Eksekutif Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, Rabu (10/8). 

Menurut Inarno, OJK senantiasa bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan khususnya untuk pengembangan Pasar Modal Syariah. Salah satu program strategis OJK ke depan diantaranya mengembangkan Aset Wakaf melalui Pasar Modal Syariah.

OJK juga mendorong pendanaan dari pasar modal syariah bagi pelaku industri halal melalui penerbitan efek syariah dengan mekanisme penawaran umum atupun penerbitan melalui layanan urun dana (crowdfunding - SCF).

Secara umum, menurut Inarno, permintaan di industri Pasar Modal mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Sampai dengan 8 Agustus 2022, jumlah SID tercatat sebanyak 9,38 juta atau meningkat 25,20 persen dibandingkan akhir tahun 2021.

Pertumbuhan investor tertinggi dicatatkan oleh investor Reksa Dana dan mayoritas masih didominasi oleh kaum milenial dan generasi Z yang berumur di bawah 30 tahun mencapai lebih dari 59,43 persen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement