Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Harga Emas Antam Merosot Goceng, Jadi Rp 925 Ribu per Gram

Kamis 15 Apr 2021 11:54 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nidia Zuraya

Karyawan menunjukkan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta (ilustrasi)

Karyawan menunjukkan emas batangan di Butik Emas Antam, Kebon Sirih, Jakarta (ilustrasi)

Foto: GALIH PRADIPTA/ANTARA
Harga emas Antam hari ini berada di rentang yang sama dengan periode Mei-Juni 2020.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas produksi Antam akhirnya kembali terkoreksi hari ini setelah sempat menguat kemarin. Pada Kamis (15/4) ini, harga emas Antam dijual di level Rp 925 ribu per gram, turun Rp 5.000 dari perdagangan Rabu (14/4). Terhitung selama dua pekan ini, harga emas Antam tidak banyak bergerak di rentang Rp 920 ribu - Rp 930 ribu per gram. 

Namun, secara umum pergerakan harga emas Antam saat ini masih melanjutkan tren penurunan. Rekor harga emas Antam tertinggi tercapai pada 7 Agustus 2020 dengan Rp 1,065 juta per gram. 

Harga emas Antam pada hari ini berada di rentang yang sama dengan periode Mei-Juni 2020 lalu. Sementara itu, harga perak juga naik Rp 50 ke level Rp 12.800 per gram. 

Baca Juga

Penurunan harga emas di pasar dalam negeri sejalan dengan kondisi di pasar dunia. Harga emas sempat turun, namun tertahan rilis data inflasi AS yang membuat logam mulai kembali dilirik investor. 

Dikutip Reuters, harga emas dunia turun ke level  1.743,01 dolar AS per troi ons. Sementara, emas berjangka dijual di angka 1.741,30 dolar AS per troi ons.

Harga emas di pasar dunia saat ini juga masih jauh di bawah angka psikologis 1.900 dolar AS per troi ons untuk membawa kembali harga emas domestik ke kisaran Rp 1 juta per gram. Harga emas di Indonesia memang banyak dipengaruhi pergerakan harga emas dunia, yang juga mudah terpengaruh sentimen ekonomi.  

Harga emas telah melonjak 23 persen hanya dalam tahun 2020 sebagai akibat ramainya minat investor menjadikan emas sebagai aset lindung nilai. Namun, pada 2021 ini, kondisinya bisa berbeda. Peningkatan yang terjadi tahun lalu tidak bisa dijadikan patokan mentah untuk tahun ini.

Baca juga: Ini 12 Nama Kubu KLB yang Digugat Demokrat Kubu AHY

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA