Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

OJK: Potensi Pasar Perbankan Syariah di NTB Terbesar Kedua

Senin 27 Mei 2019 06:35 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya

Perbankan syariah

Perbankan syariah

Saat ini porsi perbankan syariah di NTB mencapai 25 persen

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Farid Faletehan mengatakan sektor perbankan syariah memiliki potensi besar dalam meningkatkan aset hingga nasabah. Di NTB, kata Farid, keberadaan perbankan syariah mulai dikenal masyarakat, terutama setelah konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah.

Baca Juga

"Di NTB sekarang bank syariah sudah mulai dikenal. Sejak ada Bank NTB Syariah, sekarang porsi bank syariah di NTB sebesar 24 persen sampai 25 persen atau terbesar kedua setelah Aceh," ujar Farid saat penutupan kegiatan ramadhan BSM dalam rangkaian Pesona Khazanah Ramadhan 2019 di pelataran Kompleks Islamic Center NTB, Kota Mataram, NTB, Ahad (26/5).

Farid juga menyinggung kinerja perbankan syariah lain seperti Bank Syariah Mandiri (BSM) yang mampu meningkatkan aset hingga dana pihak ketiga (DPK). "Apalagi BSM sudah punya ada di semua kabupaten/kota di NTB, termasuk kantor gadai. Syiar perbankan syariah sangat diterina bagi masyarakat NTB," kata Farid.

Farid menilai mulai dikenalnya perbankan syariah di NTB tak lepas dari kerja Pemerintah Provinsi NTB, pemerintah kabupaten/kota di NTB, hingga para perbankan syariah itu sendiri. Terlebih, masyarakat NTB mayoritas beragama Islam dan pada dasarnya ingin menggunakan layanan perbankan yang berbasis Islam.

"Ini merupakan kondisi yang harus dimanfaatkan karena masyarakat sangat menerima perbankan syariah," ucap Farid.

Namun, kata Farid, pemerintah daerah, perbankan syariah, dan juga OJK NTB, harus lebih masif lagi dalam melakukan sosialisasi produk dan layanan perbankan syariah. "PR-nya saat ini warga tidak paham apa itu perbankan syariah. Itu tugas perbankan syariah untuk sosialiasi karena warga sebenarnya ingin transaksi yang syariah tapi tidak tahu produknya," ungkap Farid.

Branch Manager Kantor Cabang Mataram Mandiri Syariah Nur Intan mengatakan, mengatakan dukungan masyarakat NTB membuat BSM terus berkembang sehingga BSM telah hadir di seluruh kabupaten dan kota di NTB.

"Saat ini BSM menduduki posisi 15 untuk aset perbankan nasional dengan aset Rp 98,34 triliun atau naik 11,34 persen dibanding tahun lalu. DPK kami Rp 88,84 triliun atau naik sekitar 13 persen," ucap Intan.

Pada PKR 2019, lanjut Intan, BSM memperkenalkan gerakan yang dicanangkan pemerintah, yakni gerakan transaksi nontunai. BSM sudah bekerja sama dengan beberapa masjid di Lombok, termasuk masjid Hubbul Wathan di Kompleks Islamic Center NTB untuk mengakses layanan gerakan transaksi nontunai.

"Masyarakat yang mau sedekah atau infak di Islamic Center NTB melalui QR code yang ada di Islamic Center. Alhamulilah ini sudah berjalan di Lombok," kata Intan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal mengaku bersyukur dengan dukungan BSM dalam PKR 2019, termasuk dengan memberikan sosialisasi tentang perbankan syariah bagi masyarakat yang berkunjung ke Pesona Khazanah Ramadhan 2019 di Islamic Center NTB 

"Pemprov NTB mengucapkan terima kasih yang sebesarnya atas dukungan BSM terhadap PKR 2019," kata Faozal.

Faozal mengatakan Bazaar Ramadhan yang digelar di pelataran Kompleks Islamic Center NTB akan ditutup secara resmi pada 30 Mei 2019. Faozal menyampaikan Bazaar Ramadhan diikuti 40 pelaku ekonomi kreatif di bidang kuliner hingga pelaku usaha busana.

"Menjelang lebaran, masyarakat yang butuh keperluan lebaran seperti pakaian bisa ke Bazaar Ramadhan," ungkap Faozal.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA