Wednesday, 17 Rajab 1444 / 08 February 2023

Ethis Crowd Salurkan Pembiayaan Properti Syariah Rp 150 M

Rabu 22 May 2019 15:41 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nidia Zuraya

Pembiayaan Syariah Perumahan

Pembiayaan Syariah Perumahan

Foto: Republika/Mardiah
Sebanyak 58,37 persen investor EthisCrowd berasal dari Singapura

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform crowdfunding  berbasis properti syariah pertama di Indonesia dan dunia, Ethis Crowd, telah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 150 miliar. Pembiayaan tersebut untuk membangun sekitar lebih dari 6.500 perumahan terjangkau di berbagai lokasi di Indonesia.

"EthisCrowd sudah menyalurkan pembiayaan sekitar Rp 150 miliar dari sekitar 25 ribu investor," ujar CEO & Founder EthisCrowd Ronald Yusuf Wijaya dalam diskusi di acara Fintech Talk bersama Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) di Fintech Space, Jakarta, Selasa (21/5).

Baca Juga

Sebanyak 25 ribu crowd investor tersebut berasal dari 65 negara. Namun porsi investor dari Indonesia masih sangat kecil yakni 3,27 persen.

Menurut Ronald, hal ini karena fintech ini didirikan pertama kali di Singapura dan menyasar para investor dari negara tersebut. Saat ini sebanyak 58,37 persen investor EthisCrowd berasal dari Singapura.

"Awal mula didirikan memang kami membawa para investor Singapura untuk membiayai proyek perumahan di Indonesia. Sampai sekarang investor dari Singapura yang paling banyak," jelasnya.

Dia memaparkan, dari sebanyak 25 ribu investor, rata-rata investasinya yakni sekitar Rp 40 juta per orang. Adapun dana yang bisa diinvestasikan yakni mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 4 miliar.

Ronald mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengejar izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam pelaksanaan fintech sesuai dengan Peraturan OJK Nomor 77 Tahun 2016. Selanjutnya, Ethis Crowd akan membuat proyek-proyek perumahan yang menarik untuk investor-investor asal Indonesia.

"Masih banyak yang harus disesuaikan dengan POJK 77, setelah itu kami sudah punya beberapa program bagaimana membuat proyek-proyek lebih menarik sehingga banyak orang indonesia lebih tertarik berinvestasi ke properti," jelasnya.

Dia menilai, investasi properti terjangkau di Indonesia masih sangat menjanjikan. Apalagi di Indonesia, terdapat kekurangan sekitar 11,8 juta rumah. Selain itu, properti merupakan sektor yang tidak terpengaruh oleh situasi ekonomi dan politik. EthisCrowd pun menawarkan imbal hasil 10-16 persen per tahun untuk para crowd investor.

Selain EthisCrowd, timnya juga mendirikan platform crowdfunding untuk penyaluran ke usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yakni Kapitalboost. Fintech ini menyalurkan pinjaman ke semua lini sektor UMKM halal, kecuali properti.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA