Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Wednesday, 23 Syawwal 1440 / 26 June 2019

Danamon Syariah Gencarkan Edukasi Syariah

Sabtu 11 May 2019 19:05 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Petugas melayani nasabah di salah satu kantor Bank Danamon Syariah di Jakarta, Selasa (16/10).

Petugas melayani nasabah di salah satu kantor Bank Danamon Syariah di Jakarta, Selasa (16/10).

Foto: Republika/Prayogi
Edukasi syariah dimulai dari karyawan Bank Danamon.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Danamon Syariah menilai edukasi syariah menjadi dasar untuk penguatan bisnis. Direktur Syariah Bank Danamon, Herry Hykmanto mengatakan tanpa edukasi yang mumpuni, kebaikan dari produk-produk syariah tidak bisa dijangkau masyarakat.

"Kami selama ini fokus untuk menyebarkan informasi dan edukasi terkait syariah," kata dia dalam buka bersama Danamon Grup di Kuningan, Jakarta, Jumat (11/5).

Herry menilai edukasi masih menjadi tantangan terbesarnya dalam menjalankan bisnis. Penguatan aset dan pendapatan baru dapat optimal jika edukasi pun menyeluruh. 

Saat ini, meski Danamon Syariah belum memiliki banyak cabang, namun produk-produknya bisa dijangkau lebih dari 470 cabang bank Danamon. Herry mengatakan edukasi pertama dimulai dari karyawan Danamon sendiri.

"Saya khusus fokus dalam dua tahun memastikan edukasi pada karyawan Danamon yang sebelumnya tidak pernah jual produk syariah, buat mereka ini susah," kata dia.

Ia memastikan pemahaman karyawan cukup agar dapat menjual produk syariah dengan benar. Hingga saat ini, hampir sepertiga dari portofolio tabungan di Danamon menggunakan skema syariah.

Danamon Syariah saat ini sedang gencar menggarap segmen konsumer salah satunya melalui meluncurkan pembiayaan kepemilikan rumah dengan akad baru yakni Musyarakah Mutanaqisah (MMQ). Ia berharap portofolio pembiayaan bisa tumbuh sekitar 10 persen.

Total pembiayaan per kuartal I 2019 tercatat Rp 3,5 triliun dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 3,2 triliun. Herry mengatakan mayoritas pembiayaan untuk segmen korporasi khususnya pembiayaan infrastruktur.

Segmen ini menggunakan akad  Al Ijarah al Muntahiya bit Tamlik (IMBT). Herry mengatakan porsinya mencapai 40 persen dengan pertumbuhan 60 persen pada kuartal I 2019. 

Meski porsi pembiayaan Danamon Syariah masih 2-3 persen dari keseluruhan portofolio kredit di Danamon, Herry mengaku optimis bisa tumbuh signifikan. Ia tidak mengejar porsi aset dulu namun fokus membangun kepercayaan nasabah.

Selain itu, Danamon Syariah juga menargetkan penambahan tabungan haji sebesar 3.000 nasabah sepanjang 2019. Hingga saat ini, jumlahnya sudah mencapai sekitar 1.000 nasabah.

"Kami baru menjadi Bank Penerima Iuran Haji (BPIH) pada sekitar bulan Agustus 2018, baru resmi menerima setoran pada November, jadi porsinya memang masih kecil," kata Herry.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA