Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Wednesday, 17 Zulqaidah 1441 / 08 July 2020

Laba Bersih BNI Syariah Kuartal I 2019 Naik 43,26 Persen

Jumat 26 Apr 2019 14:52 WIB

Rep: Lida puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Karyawan mengitung uang nasabah di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta, Senin (5/11).

Karyawan mengitung uang nasabah di kantor layanan BNI Syariah, Jakarta, Senin (5/11).

Foto: Republika/Prayogi
Pertumbuhan laba bersih BNI Syariah disumbang pendapatan berbasis biaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BNI Syariah mencatat kinerja positif pada awal 2019. Ralisasi laba bersih kuartal I 2019 tercatat sebesar Rp 135 miliar atau naik 43,26 persen secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp 94,4 miliar.

Baca Juga

Kenaikan laba bersih ini didorong oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil yang naik 18,6 persen secara yoy menjadi Rp 743 miliar dari Rp 626 miliar. Selain itu, penopang pertumbuhan laba bersih juga disumbang oleh pendapatan fee based Rp 43 miliar yang naik sebesar 41,74 persen yoy.

Menurut Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo, pertumbuhan laba disokong oleh ekspansi pembiayaan yang didukung dengan kualitas pembiayaan masih terjaga. Di sisi lain, efisiensi operasional juga terus membaik.

Sampai kuartal I 2019 BNI Syariah juga mencatat realisasi penyaluran pembiayaan Rp 29,4 triliun atau mengalami kenaikan 23,9 persen yoy dari Rp 23,7 triliun pada 2018. Mayoritas dari lima sektor pembiayaan yaitu komersial, SME, konsumer, mikro dan hasanah card sampai Maret 2019 mencatatkan pertumbuhan dua digit. 

Pertumbuhan pembiayaan tertinggi dicatat oleh pembiayaan komersial 73,7 persen yoy menjadi Rp 7,79 triliun dari Rp 4,9 triliun pada periode yang sama tahun 2018. Sedangkan pembiayaan tertinggi kedua adalah pembiayaan mikro dengan pertumbuhan 17,32 persen secara yoy menjadi Rp 1,5 triliun dari Rp 1,29 triliun. 

Sedangkan pembiayaan tertinggi ketiga adalah pembiayaan SME dengan realisasi Rp 5,5 triliun naik 13,04 persen yoy. Pembiayaan yang naik dua digit, ini dicapai dengan realisasi rasio pembiayaan bermasalah (NPF) gross yang terjaga diangka 2,9 persen, turun dari 3,18 persen dari periode yang sama tahun 2018.

Dana pihak ketiga (DPK) BNI Syariah sampai triwulan 1 2019 tercatat Rp 38,4 triliun atau naik 16,7 persen. Sebesar 60 persen dari DPK disumbang dari dana murah yang berasal dari tabungan dan giro.

"Dengan realisasi kinerja ini, total aset BNI Syariah sampai kuartal I 2019 tercatat Rp 44 triliun atau naik 14,16 persen," katanya.

BNI Syariah juga berhasil menjaga efisiensi ditunjukkan dengan rasio biaya operasional (BOPO) pada Maret 2019 tercatat 82,9 persen. Sampai akhir 2019, BNI Syariah menargetkan laba bersih naik 30 persen secara yoy. 

Selain itu pembiayaan sampai akhir 2019 ditargetkan naik 23,75 persen yoy. Target NPF sampai akhir 2019 juga ditargetkan membaik dan realisasi akhir 2018 sebesar 2,93 persen.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA