Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

BNI Syariah Berdayakan Masjid di Mataram

Senin 25 Mar 2019 10:28 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Dwi Murdaningsih

Program Pelatihan Manajemen Masjid di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) di Golden Palace Hotel, Mataram, Sabtu (23/3).

Program Pelatihan Manajemen Masjid di Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB) di Golden Palace Hotel, Mataram, Sabtu (23/3).

Foto: bni syariah
Program ini diharapkan dapat mendorong masjid menjadi lebih professional.

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- BNI Syariah menggencarkan pembentukkan ekosistem halal. Salah satunya dengan pemberdayaan masjid. Program Pelatihan Manajemen Masjid yang sudah dimulai sejak 2018 khusus dibuat untuk mengoptimalkan potensinya.

 

Baca Juga

Pada 2019 ini, kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dipilih sebagai kota pertama untuk menyelenggarakan program. Pelatihan digelar di Golden Palace Hotel, Mataram dihadiri 240 orang dari 120 masjid pada Sabtu (23/3).

Kepala Divisi Dana Ritel BNI Syariah, Bambang Sutrisno mengatakan program ini diharapkan dapat mendorong masjid menjadi lebih professional. Baik dalam hal pengelolaan keuangan, aset, pencarian dana, pelayanan dan pemberdayaan umat.

 

Pada 2019, BNI Syariah menargetkan pelaksanaan pelatihan manajemen masjid di 20 kota. Target Pelatihan Manajemen Masjid 2019 ini lebih tinggi dibanding 2018 yaitu 10 kota dengan total 1.256 masjid.

Sehingga jumlah masjid yang akan dikelola manajemen dan keuangannya diperkirakan akan menjadi 2.000 masjid dengan 4.000 orang peserta. Dua puluh kota ini diantaranya adalah Mataram, Lhokseumawe, Pekalongan, Kudus, Palembang, Jambi, Tanjung Karang, Batam, Pekanbaru, Purwokerto, Tasikmalaya, Cirebon, Malang, Jember, Bali, Pontianak, Balikpapan, Banjarmasin, Kendari dan Bogor.

 

Selain pelatihan, menurut Bambang BNI Syariah juga akan membuat program masjid binaan yang akan fokus ke pemberdayaan ekonomi dan sosial di sekitar masjid. Dengan program pelatihan, BNI Syariah juga mendorong masjid untuk membuka rekening operasional di bank syariah.

"Ini dilakukan dengan kemudahan persyaratan dokumen dan hadiah yang diberikan ke pengelola masjid," katanya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id.

 

Program tambahan hadiah ini berupa tabungan untuk 50 masjid pertama yang membuka rekening masjid selama acara program pelatihan ini berlangsung. Diharapkan dari sisi bisnis, program dapat meningkatkan jumlah rekening dan dana murah dari tabungan.

Sebagai gambaran, pada pelaksanaan program pelatihan masjid di 2018, BNI Syariah berhasil meningkatkan pertumbuhan jumlah dan volume rekening masjid di seluruh wilayah lokasi pelaksanaan program. Hal ini menjadi salah satu penopang portofolio DPK BNI Syariah secara keseluruhan di tahun 2018 mencapai Rp 35,50 triliun, tumbuh sebesar 20,82 persen dengan jumlah nasabah mencapai lebih dari 3 juta.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA