Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Thursday, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Midis: Penjualan SR-011 Sesuai Target 

Sabtu 23 Mar 2019 07:10 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolanda

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kiri) berbincang bersama Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah pada peluncuran Sukuk Negara Ritel Seri SR-011 di Jakarta, Jumat (1/3).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kiri) berbincang bersama Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah pada peluncuran Sukuk Negara Ritel Seri SR-011 di Jakarta, Jumat (1/3).

Foto: Republika/Prayogi
Penjualan SR-011 terpantau sangat baik, naik lebih dari 100 persen

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penjualan Sukuk Ritel seri SR-011 telah berakhir. Masa penawaran selesai pada 21 Maret 2019. Sejumlah mitra distribusi melaporkan capaian yang cukup menggembirakan meski nilainya belum dipublikasikan.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Muamalat Indonesia (BMI) Tbk Hayunaji mengatakan capaian penjualan terpantau sangat baik. Jumlahnya naik lebih dari 100 persen dari tahun sebelumnya.

"Jadi dari sisi BMI dapat dibilang masyarakat sangat antusias," kata dia pada Republika.co.id, Jumat (22/3). Perseroan sendiri sebelumnya menargetkan kenaikan penjualan sukuk ini 50 persen dari tahun sebelumnya.

Sementara, PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. juga melaporkan proses penjualan dengan hasil cukup baik. Sekretaris Perusahaan BCA Jan Hendra mengatakan tidak ada kendala berarti dan penawaran cukup disambut dengan antusias.

"Capaian penjualannya sekitar Rp 1,8 triliun, cukup baik dan lancar-lancar saja," kata dia.

SR-011 merupakan instrumen Surat Berharga Negara (SBN) ketiga yang diluncurkan tahun ini. Kementerian Keuangan memasang target Rp 10 triliun selama 21 masa penawaran dari 1-21 Maret 2019. Target tersebut ditentukan dari akumulasi target dari masing-masing mitra distribusi yang berjumlah 22 midis. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA