Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Bangka Belitung Kebut Pembangunan KEK Pariwisata

Kamis 07 Mar 2019 13:09 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Kepulauan Bangka-Belitung

Kepulauan Bangka-Belitung

Foto: bkp-pangkalpinang.deptan.go.id
Untuk akses ke Belitung, pemda sedang menjajaki kerja sama dengan Air Asia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bangka Belitung terus berbenah untuk mengembangkan perekonomian dari sektor pariwisata. Pembangunan dan pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Pariwisata di daerah tersebut terus dilakukan untuk mewujudkan destinasi wisata baru sekelas Bali di kawasan seluas 324 hektare.

“KEK pariwisata sudah 'on the track', Rencananya Presiden Joko Widodo akan meresmikan KEK ini pada 16 Maret 2019. Luasnya mencapai 324 hektare di Tanjung Binga,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Hermanto dalam keterangan pers tertulis, Kamis (7/3).

Kesiapan infrastruktur seperti akses jalan ke Tanjung Binga sudah mulus dengan sarana dan prasarana penunjang lainnya yang juga sudah hampir rampung. Tidak hanya itu, pembangunan hotel dan tempat penginapan juga dalam proses pengerjaan.

“Investor sudah ada yang masuk. Saat ini Sheraton Hotel hampir 90 persen proses pembangunannya. Sedangkan dari perpajakan dan kepabeanan sudah siap dengan sistem online single submission atau OSS,” ujarnya.

Untuk akses ke Belitung, Pemerintah Daerah sedang menjajaki kerja sama dengan maskapai berbiaya rendah Air Asia agar terbang langsung dari berbagai wilayah ke negeri laskar pelangi itu. Hermanto berharap penerbangan bisa direalisasikan lebih cepat. Akselerasi rencananya mulai berjalan Juni 2019.

Air Asia rencananya akan terbang secara reguler dari Kuala Lumpur menuju Tanjung Pandan. Lalu Penerbangan Air Asia dari Jakarta ke Belitung juga akan dilayani setiap hari. Sementara Surabaya ke Tanjung Pandan akan dilayani empat kali dalam sepekan.

Tidak hanya infrastruktur, Hermanto menambahkan, seluruh masyarakat harus mendukung Belitung dalam rangka meraih predikat sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Sebab status tersebut akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat luas.

“Pada Juni 2019 akan dilakukan verifikasi terkait UGG. Sambil menunggu itu, kami terus mempersiapkan dan melengkapi hal-hal yang dianggap kurang. Dan terus melakukan pembenahan di 17 geosite yang akan dinilai,” tutupnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA