Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Dikabarkan Jadi Calon Investor Muamalat, Ini Kata Dato Tahir

Senin 15 Oct 2018 14:47 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya

Pemilik Mayapada Grup Dato Sri Tahir menyapa wartawan seusai melakukan pelaporan terkait penukaran uang dolar AS dan dolar Singapura ke rupiah kepada Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (15/10).

Pemilik Mayapada Grup Dato Sri Tahir menyapa wartawan seusai melakukan pelaporan terkait penukaran uang dolar AS dan dolar Singapura ke rupiah kepada Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, di Bank Indonesia, Jakarta, Senin (15/10).

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Bank Muamalat segera mendapat suntikan modal dari investor baru

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendiri Mayapada Group Dato Sri Tahir mengaku tidak berencana membeli bank lagi. Pasalnya, kini ia telah memiliki Bank Mayapada yang sudah menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) tiga.

Sebelumnya beredar kabar, Tahir menjadi calon investor strategis Bank Muamalat, selain konsorsium yang dipimpin Ilham Habibie. Hanya saja saat ditemui di Gedung Bank Indonesia (BI), Tahir tidak memberikan jawaban pasti.

"Soal Muamalat, tanya OJK (Otoritas Jasa Keuangan) yang lebih tahu," katanya, Senin (15/10). Ia pun enggan menjelaskan lebih lanjut.

Sebagai informasi, Tahir datang ke BI untuk menukarkan simpanan dolarnya ke kurs rupiah. Tidak tanggung-tanggung, total uang yang ditukarkannya mencapai Rp 2 triliun.

"Jadi kita berikan buktinya ke Pak Gubernur BI (Bank Indonesia). Total yang kita tukarkan sebanyak 93 juta dolar AS dan 55 juta dolar Singapura," ujar Tahir kepada wartawan.

Menurutnya, pengusaha memang harus membantu nilai tukar rupiah agar tetap stabil. Seperti diketahui, beberapa waktu belakangan ini rupiah terus melemah terhadap dolar AS.

"Rupiah lagi dalam keadaan mencari posisi terbaik. Maka sebagai warga negara, daripada menaruh uang di luar lebih baik taruh di sini (dalam negeri)," ujar Tahir.

Dirinya berharap, pengusaha lain bisa ikut menukarkan dolarnya. Pasalnya, kata dia, masih banyak pengusaha lain yang memiliki uang di luar negeri seperti Singapura.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA