Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Paytren tak Ingin Jual Saham di Bursa Efek

Kamis 31 Mei 2018 23:09 WIB

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Nur Aini

PayTren

PayTren

Foto: dok. Daqu
Paytren ingin tetap menjadi perusahaan nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) tidak berencana menjual saham ke bursa efek untuk mempertahankan status sebagai perusahaan nasional penuh. Perusahaan yang diinisiasi Ustaz Yusuf Mansur itu tak berencana mencari investor strategis.

Penggagas Paytren,  Yusuf Mansur, menjelaskan, DNA Paytren adalah berinvestasi. Meskipun demikian, ia mengakui ada kebutuhan untuk penghitungan valuasi perusahaan. Valuasi tersebut dilakukan oleh investor.

''Tapi untuk kalau mitra dalam berbagi saham, kami tidak ke sana. Kami sudah berniat 100 persen jadi perusahaan nasional,'' kata Ustaz Yusuf usai Milad Tamasia di kawasan Kemang, Jakarta pada Kamis (31/5).

Karena itu, secara internal, Paytren tidak berencana menjual saham di bursa. Akan tetapi, Paytren membeli saham di bursa. Hal itu seperti pembelian saham BRI Syariah  untuk berinvestasi.

''Saya ingin mengajak masyarakat sadar investasi, tapi jangan yang bodong atau ilegal. Paytren legal dan komitmen terhadap bangsa ini,'' ucap pemimpin pondok pesantren Daarul Quran itu.

Ketimbang investor strategis, Paytren lebih berminat bila ada mitra strategis. Ia mengakui ada banyak mitra strategis yang bisa diajak kerja sama. Apalagi ke depan Paytren ingin semakin mengembangkan bisnis.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA