Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

Wednesday, 17 Safar 1441 / 16 October 2019

3 Faktor Ini Penyebab Asuransi Syariah Jalan di Tempat

Rabu 07 Mar 2018 17:09 WIB

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Andi Nur Aminah

Nasabah bertransaksi di kantor layanan Prudential Syariah, salah satu industri keuangan syariah yang terus berkembang. (ilustrasi)

Nasabah bertransaksi di kantor layanan Prudential Syariah, salah satu industri keuangan syariah yang terus berkembang. (ilustrasi)

Foto: Republika/ Wihdan
Tahun depan industri syariah akan menggeliat karena akan digerakkan dari istana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat ini asuransi syariah memang terus berkembang dan semakin diminati masyarakat. Hanya saja penetrasinya masih sangat kecil bila dibandingkan dengan konvensional.

Pakar Ekonomi Syariah Muhammad Syakir Sula menjelaskan, ada beberapa faktor penyebab perkembangan industri syariah lambat. Faktor utamanya, kata dia, yakni aspek permodalan. "Dengan modal kecil, perusahaan asuransi tidak bisa melakukan apa-apa. Maka penting sekali modal," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu, (7/3).

Lalu faktor kedua, menurutnya yakni dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM). "SDM harus betul-betul siap untuk menjelaskan konsep syariah," kata Syakir.

Hal itu karena belum banyak masyarakat memahami konsep asuransi syariah. Dengan begitu perlu sosialisasi lebih gencar. Faktor terakhir yang membuat asuransi syariah jalan di tempat yaitu, sistem Informasi dan Teknologi (IT). Ia menilai, sistem IT yang belum bagus menimbulkan banyak komplain. "Bila ingin memajukan asuransi syariah, tiga hal tersebut harus dilakukan," tegasnya.

Apalagi, kata dia, kini dukungan pemerintah terhadap ekonomi syariah semakin nyata dengan dibentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang diketuai langsung oleh Presiden Joko Widodo "Feeling saya, mulai tahun depan syariah akan menggeliat. Hal itu karena akan digerakkan dari istana. Di Malaysia, ekonomi syariahnya tumbuh pesat sebab pemerintahnya mendukung penuh," tambah Syakir. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA