Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Wednesday, 20 Zulhijjah 1440 / 21 August 2019

Kemenag: Pesantren Penguat Ekonomi Syariah

Selasa 11 Dec 2018 13:26 WIB

Rep: Amri Amrullah/ Red: Nidia Zuraya

Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur

Pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur

Foto: Wikipedia
Produk ekonomi yang dihasilkan pesantren berpeluang untuk dijual ke pasar luar negeri

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ekonomi syariah menjadi program penting penguatan ekonomi oleh Bank Indonesia. Salah satu penggerak ekonomi syariah adalah pondok pesantren. 

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag), Abdurrahman Mas'ud mengatakan sudah sangat tepat penguatan kemandirian ekonomi syariah dilakukan melalui pesantren. Khususnya dalam penguatan rantai produk halal dari lingkungan pesantren.

Dalam dua dekade belakangan ini, menurut Mas'ud, model ekonomi syariah semakin menguat. "Dan sistem ekonomi syariah saat ini menjadi andalan untuk mendukung keadilan ekonomi di masyarakat," ujarnya dalam sambutan diskusi ISEF di Surabaya, Selasa (11/12).

Dalam peta jalan pengembangan ekonomi syariah yang lebih luas, kata Mas'ud, pengembangan ekonomi pesantren saat ini sangat strategis. Sebab peran pesantren tidak lepas dari lembaga pendidikan, dan lembaga dakwah, tapi juga embaga pengembangan perekonomian umat.

Saat ini, diakui Mas'ud, jumlah pengembangan ekonomi pesantren telah diperkuat oleh Kemenag. "Saat ini sudah ada beberapa pesantren yang terbukti bisa menghasilkan lifeskill bagi santri dan menghidupkan kemandirian ekonomi pesantren," kata Mas'ud yang juga Ketua Forum Komunikasi Pesantren Indonesia ini.

Saat ini, terang dia, produk ekonomi pesantren bukan hanya bisa dijual di dalam negeri, namun juga bisa diekspor ke luar negeri. Karena itu kedepan produk pesantren dan program ekonomi pesantren bisa disinergikan.

"Perlu ada peta jalan bersama penguatan rantai produk halal pesantren," ujarnya menegaskan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA