Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Ini Tiga Tokoh Ekonomi Syariah Republika 2018

Kamis 08 Nov 2018 21:30 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Friska Yolanda

Anugerah Syariah Republika digelar di JW Marriot, Kamis (8/11).

Anugerah Syariah Republika digelar di JW Marriot, Kamis (8/11).

Foto: Republika/Friska Yolandha
Republika ingin bersama pelaku usaha memperkuat peran ekonomi syariah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Republika menyematkan tokoh ekonomi syariah kepada tiga sosok yang dianggap berkontribusi besar terhadap perkembangan ekonomi Islam di Tanah Air. Ketiga sosok yang menjadi Tokoh Ekonomi Syariah itu adalah Bambang Brodjonegoro, Elidawati Ali Oemar, dan Adiwarman A Karim.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan didampingi oleh pemilik Grup Mahaka Media Erick Thohir dan Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaedi.

Bambang saat ini menjabat sebagai Kepala Bappenas dan Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI). Adiwarman adalah seorang akademisi, pegiat keuangan syariah, konsultan ekonomi syariah, dan bidan beberapa bank syariah. Sementara, Elidawati merupakan pengusaha busana Muslim ternama yang memberikan banyak kemaslahatan untuk masyarakat. Elidawati adalah pendiri sekaligus pemilik grup bisnis Elcorps yang meliputi busana Muslim (pria dan wanita), kuliner, perjalanan (travel), hingga bisnis perawatan (sabun, shampo).

Ketiga tokoh telah berjasa membangun dan mengembangkan ekonomi Islam di Tanah Air. Ketiga tokoh itu tidak hanya mampu membangun konsepsi-konsepi penting ekonomi syariah, namu lebih jauhnya mampu membawa perubahan signifikan terhadap perekonomian nasional.

Bambang mencatat pada eranya menjadi Menkeu pada 2014, Bank Pembangunan Islam (IDB) setuju membuka Country Gateway Office (CGO) di Jakarta. Ini adalah CGO IDB kedua setelah Turki.

Bambang merealisasikan pendirian Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang dipimpin langsung oleh Presiden pada 2016. Keuangan syariah akan diintegrasikan dengan pembangan sektor riil halal.

Dia juga membuat PMK 11/2016 yang memfasilitasi pembayaran gaji PNS, TNI dan Polri melalui bank-bank syariah. PMK ini membuat bank-bank syariah bisa menjadi bank operasional (BO) II yang memungkinkan bank-bank syariah mengakses APBN meski baru gaji PNS.

Selain itu, Bambang juga memfasilitasi karyawan Bappenas membayar zakat melalui potongan gaji dan langsung mengaitkannya dengan pajak. Sehingga pegawai Bappenas jadi lebih mudah.

Bappenas menjadikan ekonomi syariah tidak melulu keuangan syariah, namun juga menyangkut industri halal. Melalui Bappenas, menginisiasi roadmap ekonomi syariah. Bambang melahirkan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) IAEI.

Elidawati Ali Oemar merupakan pebisnis, filantropis, membawa filosofi the power of berkah dalam bisnisnya. Elida membangun filosofi the power of berbagi (sharing). Ia terlibat banyak dalam program kemanusian dan pendidikan.

Bisnis Elcorps di bawah kepemimpinan Elida berkembang pesat. Ia membangun merek-merek ternama di bidang fashion dan hijab.

Elida memulai bisnis dari kecil pada 2012 dan berkembang pesat dalam dua tahun, membuka banyak lapangan kerja dan memberikan efek domino pada perekonomian. Dalam beberapa tahun ini, Elcorps telah memiliki lebih dari 1.000 pegawai dari sebelumnya hanya 17 dengan jariangan toko sampai 400.

Elida memadukan konsep bisnis yang adil dan berkah dengan unsur-unsur kemanusiaan yang tinggi. Dampak yang dirasakan masyarakat pun sangat terasa dan besar.

Adiwarman A Karim sudah sangat terkenal di dunia industri keuangan syariah.  Ia adalah pendiri konsultan keuangan syariah pertama di Indonesia. Adiwarman membidani beberapa bank syariah yang kini tumbuh menjadi besar. Ia adalah guru ekonomi syariah Indonesia dan diakui di level internasional.

Sebagai konsultan ekonomi syariah, Adiwarman diakui kapabilitas dan kredibilitas di level internasional. Penghargaan pun ia raih dari negara-negara lain atas kiprahnya itu.

Adiwarman termasuk produktif menulis, pandai menyampaikan konsep ekonomi syariah dalam bahasa sederhana .

Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaedi mengatakan ASR ini merupakan wujud nyata dukungan Republika Group dalam memajukan ekonomi syariah. Republika, kata irfan, ingin bersama para pelaku usaha syariah, regulator, bankir-bankir, dan pegiat keuangan syariah lainnya terus memperkuat peran dan kiprah ekonomi syariah di Tanah Air.

"Ekonomi syariah kini menjadi bagian penting yang tak bisa dilepaskan dalam menopang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi," kata Irfan.

Republika konsisten menyelenggarakan event ini setiap tahunnya. Untuk tahun depan, kegiatan ini akan diperlebar dengan memasuki ranah regional di mana penghargaan diberikan juga kepada industri keuangan negara-negara kawasan Asia.

Ketua Penyelenggara ASR 2018, Elba Damhuri, mengatakan Dewan Juri ASR terdiri dari ahli ekonomi syariah, ahli fiqih syariah, dan juri internal Republika. Ketua Dewan Juri adalah Sunarsip, ekonom senior yang kiprahnya sudah teruji di dunia keuangan.

Juri lainnya, Dr Oni Sahroni, aktif di Dewan Syariah Nasional (DSN), pakar muamalah yang memahami begitu mendalam hukum-hukum bisnis Islami. Dr Oni aktif memberikan edukasi dan tausiyah tentang persoalan-persoalan sehari-sehari muamalah seperti keuangan, bisnis, dan lainnya.

Metode pemilihan calon tokoh ekonomi syariah dilakukan melalui tiga cara. Pertama, Metode Polling. Polling dilakukan media sosial Republika, guna menjaring nama-nama yang kredibel dan kompeten. Polling dilakukan selama sepekan dan menghasilkan ratusan nama yang sebagian besar memang layak.

Kedua, Metode Literatur. Literatur berarti mengamati, menilai, dan menentukan pilihan tokoh dari catatan-catatan pengalaman, kesuksesan, aksi-aksi, hingga perubahan yang telah dibuat calon tokoh itu. Metode litaratur dilihat dari CV masing-masing calon, berita-berita, laporan-laporan ke lembaga formal, dan tulisan-tulisan di buku-buku atau opini-opini di media arus utama.

Ketiga, Metode Komparasi. Komparasi berarti membandingkan sosok dan profil satu tokoh dengan tokoh lainnya. Metode ini digunakan agar hal-hal detail terkait kelebihan dan kekurangan calon tokoh dapat terlihat jelas. Tujuannya, supaya jika ada tokoh memiliki banyak kesamaan, bisa dipilih dari informasi detail itu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES