Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Friday, 10 Safar 1440 / 19 October 2018

Mencicipi Wine Halal di Jogja Halal Fest

Jumat 12 Oct 2018 05:37 WIB

Red: Elba Damhuri

Penjaga stan menata produk fesyen halal yang dipamerkan pada Jogja Halal Fest (JHF) di Jogja Expo Centre, DI Yogyakarta, Kamis (11/10).

Penjaga stan menata produk fesyen halal yang dipamerkan pada Jogja Halal Fest (JHF) di Jogja Expo Centre, DI Yogyakarta, Kamis (11/10).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Espora merupakan produsen wine yang berasal dari Spanyol.

REPUBLIKA.CO.ID Oleh: Silvy Dian Setiawan

Minuman wine yang satu ini berbeda. Namanya Espora. Ia sama sekali tak mengandung alkohol dan telah mendapatkan sertifikasi halal dari beberapa lembaga sertifikasi halal internasional.

Espora merupakan salah satu produk yang ditampilkan dalam acara Jogja Fest Halal 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, DIY. Jogja Halal Fest yang diselenggarakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) digelar pada 11-14 Oktober 2018. Ekspo halal terbesar ini tak hanya menampilkan produk-produk halal, tapi juga diisi dengan sosialisasi terkait edukasi halal dan ekonomi syariah.

Espora merupakan produsen wine yang berasal dari Spanyol. Distributor Espora untuk wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Roni Wibiharto, mengungkapkan, wine ini dibuat melalui proses fermantasi yang sama seperti proses pembuatan wine pada umumnya. Namun, yang membuat Espora ini berbeda dan tidak mengandung alkohol, yaitu waktu yang diperlukan dalam melakukan fermentasi.

Wine yang mengandung alkohol biasanya membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk difermentasikan. Sementara, Espora hanya membutuhkan waktu satu tahun. "Itu yang membuat kadar alkoholnya hilang," kata Roni saat memperkenalkan poduknya dalam acara Jogja Halal Fest 2018.

Dia mengklaim, produknya memiliki banyak manfaat terhadap tubuh, mulai dari melawan sel kanker, melawan depresi, mengurangi risiko penyakit diabetes, sakit jantung, mengurangi risiko strok, menjaga kolesterol, menjaga tubuh dari penyakit liver, hingga mengurangi risiko alzheimer.

Espora disebutnya telah memperoleh sertifikat halal dari Spanyol pada Desember 2017. Selain itu, telah diakui oleh Singapura bahwa wine ini tidak mengandung alkohol dan halal dikonsumsi umat Islam. Saat ini, Espora sedang dalam proses sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Menurut Roni, pihaknya sudah mengajukan sertifikasi sejak awal 2017.

"Saat ini (MUI) sedang dipersiapkan untuk berangkat ke Spanyol. Mereka ingin melihat langsung bagaimana proses membuat wine halal ini," kata Roni.

Karena mengusung konsep halal, Espora tidak bisa dikonsumsi jika sudah melewati tiga tahun dari masa produksi. Sebab, kadar alkoholnya akan muncul. Oleh karena itu, distributor akan melakukan penarikan produk jika Espora tidak terjual dalam jangka waktu lebih dari tiga tahun.

"Kalau lebih dari tiga tahun, akan kami tarik produknya. Nanti akan diproses lagi dan difermentasi lagi di Spanyol," ujarnya.

Roni mengakui, belum banyak masyarakat yang mengetahui keberadaan //wine// halal ini. Oleh karena itu, ia sangat menyambut baik adanya Jogja Halal Fest 2018. Ajang ini dapat menjadi sarana promosi dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Kita terus sosialisasi. Sekarang masih tahap edukasi kepada masyarakat dan kita juga sedang mengumpulkan testimoni," ujarnya.

Pemasaran dilakukan melalui media sosial dengan sistem reseller. Ia belum membuka toko resmi. Saat ini, Roni sudah mulai menjajakan produk Espora ke berbagai hotel di Jateng dan DIY, baik itu hotel syariah maupun hotel konvensional.

Ia mengakui, ada beberapa kendala yang dihadapi. Terkadang produknya tidak laku karena lebih banyak konsumen yang mencari wine beralkohol. Harga wine Espora dijual sekitar Rp 250 ribu untuk ukuran 750 mililiter. Ada tiga jenis yang saat ini sudah beredar di Indonesia, di antaranya white wine, red wine, dan sparkling wine yang mengandung karbonasi.

Ketua Panitia Jogja Halal Fest 2018 Mursida Rambe mengatakan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah percepatan pariwisata halal di DIY. Ketua MES DIY tersebut mengatakan, budaya halal sudah menjadi kebutuhan dan tuntutan bagi masyarakat.

"Kita ingin bersama-sama dengan masyarakat untuk mempercepat pariwisata dan ekonomi syariah, khususnya di Yogyakarta. Ini dedikasi kami, kontribusi kami dari MES untuk mengembangkan pariwisata halal di Yogyakarta," kata Rambe dalam sambutannya saat membuka Jogja Halal Fest, Kamis (11/10).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES