Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Wednesday, 12 Rabiul Akhir 1440 / 19 December 2018

Industri Halal Indonesia Alami Pertumbuhan Positif

Kamis 11 Oct 2018 20:20 WIB

Red: Agung Sasongko

Halal

Halal

Foto: muslimdaily
Diperlukan dorongan eksposur halal guna mengembangkan industri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perhelatan Jogja Halal Festival 2018 yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Jogja Expo Center 11-14 Oktober diharapkan berkontribusi efektif mendorong eksposur produk halal di Indonesia.

"Kami berharap bisa mendorong eksposur produk halal sehingga ujungnya adalah semakin berkembangnya ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia," kata Wakil Ketua Umum MES Firdaus Djaelani dalam pembukaan Jogja Halal Festival 2018 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, Kamis (11/10).

Firdaus mengatakan Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia hingga saat ini terus berupaya meningkatkan aset keuangan syariah.

Berdasarkan data MES, menurut dia, hingga Juni 2018 industri keuangan syariah masih tumbuh positif. Total aset perbankan syariah mencapai Rp444 triliun atau tumbuh 14,6 persen, total aset IKNB syariah mencapai Rp98 triliun atau tumbuh 1,3 persen, dan total aset Pasar Modal Syariah telah mencapai Rp662 triliun.

Sedangkan secara keseluruhan, total aset keuangan syariah kita mencapai Rp1.204 triliun, setara dengan 8,47 persen aset keuangan Indonesia.  "Pangsa pasar ini masih bisa dan harus kita tingkatkan lagi agar keberadaan keuangan syariah lebih dirasakan masyarakat," kata dia.

Selanjutnya, di sektor riil, kata dia, juga mulai mengalami pertumbuhan secara positif khususnya industri halal seperti kuliner, pakaian, kosmetik, obat-obatan, serta pariwisata.

Menurut Firdaus, Jogja Halal Festival juga dihelat dalam rangka menyambut rencana MES untuk mengadakan pameran halal internasional dengan nama Indonesia Halal Summit 2019.

Pagelaran Jogja Halal Festival, menurut dia, diikuti sebanyak 217 stan yang terdiri dari kuliner, fashion, lembaga keuangan syariah bank dan non-bank, lembaga pemerintah, lembaga  pendidikan, lembaga sosial, rumah sakit syariah, hotel syariah, properti syariah, serta travel syariah.

"Beberapa peserta tidak hanya datang dari Indonesia, melainkan juga dari Taiwan dan Malaysia," kata Firdaus.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA