Jumat, 15 Rajab 1440 / 22 Maret 2019

Jumat, 15 Rajab 1440 / 22 Maret 2019

Potensi Umat Muslim Jadi Kunci Keuangan Syariah Indonesia

Senin 23 Jul 2018 16:00 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Dwi Murdaningsih

Ketua MUI, Maruf Amin

Ketua MUI, Maruf Amin

Foto: ROL
Ekonomi syariah dapat menjadi pilar bagi arus baru ekonomi Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Potensi umat Muslim Indonesia akan menjadi kunci utama pemain keuangan syariah. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Ma'ruf Amin, mengatakan DSN-MUI melihat ekonomi dan keuangan syariah menjadi kekuatan penting dalam membangun perekonomian Indonesia dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Ekonomi syariah dapat menjadi pilar bagi arus baru ekonomi Indonesia yang dapat mendorong kemaslahatan. "Ekonomi dan keuangan syariah secara aplikatif dapat mendorong pembangunan yang berkedaulatan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Ma'ruf Amin, di acara Sosialisasi UUS SMF dan Fatwa DSN MUI, Senin (23/7).

Ma'ruf Amin menjelaskan, Indonesia perlu arus baru karena arus lama yang dibangun ekonomi konglomerat menggunakan teori triple down effeck. Dampaknya kalangan atas makin kuat sedangkan kalangan bawah semakin lemah.

Karena itu, diperlukan arus baru dalam pembangunan ekonomi nasional. MUI melaksanakan pemberdayaan ekonomi umat dengan dua program, mencakup redistribusi aset dan kemitraan. Arus baru bukan melemahkan yang kuat tetapi menguatkan yang lemah sehingga semua menjadi kuat.

Kedua, untuk memperbanyak pelaku keuangan syariah. "Dengan arus baru ekonomi Indonesia kita igin meningkatkan pangsa pasar keuangan syariah," ucap dia.

Dia menambahkan, industri keuangan syariah dan kegiatan keuangan syariah secara nasional sudah memasuki usia lebih dari dua dekade. Masih banyak tantangan yang harus diselesaikan terutama sumber daya insani yang dinilai masih rendah, inovasi produk yang kurang, literasi dan inklusi keuangan masih rendah, kualitas pelayanan belum prima dan dukungan pemangku kepentingan belum merata.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA