Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Tuesday, 14 Jumadil Akhir 1440 / 19 February 2019

Kembangkan Pasar Sukuk, BCA Raih Empat Penghargaan

Kamis 29 Dec 2016 03:57 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Budi Raharjo

Sukuk

Sukuk

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk atau BCA mendapat penghargaan atas kerja keras dan komitmennya mengembangkan pangsa pasar Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk di Indonesia. Ada sebanyak empat penghargaan yang diberikan sekaligus oleh Kementerian Keuangan pada BCA.

Dalam acara “Peringatan Satu Windu Surat Berharga Syariah Negara" itu, BCA meraih empat penghargaan. Penghargaan ini adalah kategori Peserta Lelang SBSN Terbaik 2016, Agen Penjual Sukuk Negara Ritel Terbaik 2016, Agen Penjual Sukuk Tabungan Terbaik 2016, dan Investor Utama SBSN Domestik

Keempat penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Direktur BCA Suwignyo Budiman, Direktur Independen BCA Erwan Yuris Ang, dan Direktur BCA Rudy Susanto di Istana Negara, Jakarta, akhir pekan lalu.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pihaknya menilai Sukuk Negara Ritel dan Sukuk Tabungan yang merupakan bagian dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini bermanfaat memberikan alternatif investasi berbasis syariah kepada masyarakat Indonesia. Pada tahun ini pun, BCA dipercaya oleh Pemerintah Indonesia menjadi salah satu agen penjual Sukuk Negara Ritel seri SR-008 dan Sukuk Tabungan seri ST-001.

"Karenanya, kami berterima kasih telah dipercaya Pemerintah untuk memperluas pasar sukuk di Indonesia yang sejalan dengan visi kami untuk senantiasa memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Jahja dalam siaran pers, Rabu (28/12).

Menurut Jahja, keempat penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Keuangan menunjukkan bukti komitmen BCA untuk mengembangkan pasar keuangan syariah di Indonesia, sekaligus untuk mendukung terciptanya keuangan inklusif di Indonesia.

Keberadaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) memiliki nilai yang strategis bagi pemerintah. Sebagaimana diketahui, penerbitan Sukuk Negara Ritel seri SR-008 dan Sukuk Tabungan seri ST-001 dapat mendorong mobilisasi dana masyarakat dan memperluas basis investor dalam rangka diversifikasi pembiayaan proyek-proyek APBN.

Partisipasi dan komitmen BCA dalam meningkatkan pasar sukuk di Indonesia diharapkan dapat berkontribusi terhadap kemandirian bangsa dalam membiayai pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

“Tentunya penghargaan ini menjadi sebuah prestasi yang membanggakan dan akan semakin memotivasi kami untuk terus meningkatkan kinerja mewujudkan pasar sukuk yang efektif dan efisien dalam rangka menggerakkan roda perekonomian di Indonesia,” tutur Jahja.

Kriteria yang menjadi penilaian Kementerian Keuangan adalah partisipasi BCA di pasar perdana sukuk yang dicerminkan melalui frekuensi dan volume penawaran yang disampaikan dan dimenangkan, serta performa BCA di pasar sekunder sukuk yang dicerminkan melalui frekuensi dan volume perdagangan.  

Terkait performa BCA di pasar sekunder, BCA menjual Sukuk Negara Ritel seri SR-008 yang diterbitkan pada 19 Februari - 4 Maret 2016 dengan tingkat imbalan sebesar 8,3 persen per tahun. Sementara itu, BCA menjual Sukuk Tabungan seri ST-001 yang diterbitkan pada 22 Agustus - 2 September 2016 dengan tingkat imbalan sebesar 6,9 persen per tahun.

Antuasiame yang tinggi dari masyarakat mendorong pemerintah menerbitkan Sukuk Negara Ritel seri SR-008 sebesar Rp31,5 triliun dan Sukuk Tabungan seri ST-001 sebesar Rp2,58 triliun.

Jahja menambahkan, ia berharap penjualan SR-008 dan ST-001 yang telah digalakkan dapat turut membantu pemerintah Indonesia untuk memenuhi target pembiayaan dalam APBN sehingga mendukung kelancaran proyek pembangunan infrastruktur di berbagai daerah secara berkesinambungan.

"Kami juga berharap program penerbitan sukuk yang telah memasuki usia sewindu pada hari ini dapat semakin efektif memobilisasi dana masyarakat dan menjadi alternatif berinvestasi yang aman dan kredibel guna mewujudkan keuangan inklusif di Indonesia,” kata Jahja.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES