Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

BMT Sidogiri Raih Dana Kemitraan Rp 200 Miliar

Senin 23 Feb 2015 21:04 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Seorang teller melayani nasabah di Baitul Maal Wa Tamwil (BMT).

Seorang teller melayani nasabah di Baitul Maal Wa Tamwil (BMT).

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra

REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN -- BMT UGT Sidogiri memperoleh dana kemitraan sebesar Rp 200 miliar dari bank syariah untuk disalurkan ke  pembiayaan mikro kepada para anggota BMT. Bank Syariah tersebut adalah Bank Syariah Mandiri (BSM) dan BRI Syariah, masing-masing senilai Rp 100 miliar.

Direktur Utama Koperasi BMT UGT Sidogiri Abdul Madjid Umar mengungkapkan kemiteraan antara bank syariah dan BMT merupakan wujud dari komitmen dalam mengembangkan sektor riil syariah. Alasannya, tak bisa dalam sistem keuangan atau perbankan hanya pada fokus pada sektor finance saja maka dari itu untuk menseimbangkan kepada sektor riil khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) perlu sinergisitas terhadap BMT.

Hal ini didasari karena anggota BMT mayoritas adalah pelaku UMKM yang mengembangkan sektor riil. “Inilah manfaat dari sinergisitas antara BMT UGT Sidogiri dengan bank syariah,”ungkapnya.

Kemitraan BMT UGT Sidogiri dengan bank syariah bukan sekedar tentang penyaluran pembiayaan dalam bentuk linked program UMKM. Seperti dengan BRI Syariah melakukan co-branding host to host  kartu ATM BMT UGT Sidogiri dengan ATM BRI Syariah.

Direktur Utama BRISyariah Moch  Hadi Santoso menyatakan, semua anggota BMT UGT Sidogiri mampu melakukan transaksi real time dengan menggunakan mesin ATM jaringan BRI Syariah dan BRI. Salah satu kelebihan dari co-branding ini keberadaan pengelolaan uang berada dalam sirkulasi di BMT UGT Sidogiri.

Dengan demikian, kedua belah pihak sama-sama memperoleh keuntungan dalam bisnis ini. Konsep model yang terjadi di BMT UGT Sidogiri, akan menjadi role model, bagi BRISyariah untuk menjalin kemiteraan dengan BMT atau koperasi syariah lainya.

Sementara Direktur BSM Achmad Syamsudin, menambahkan, selain memberikan penyaluran pembiayaan, BSM juga menjalin kemitraan dalam penggunaan e-money Bank Syariah Mandiri. Ini sebagai uang komunitas bagi para santri dan anggota BMT UGT Sidogiri.

Dengan menggunakan e-money Bank Syariah Mandiri anggota BMT UGT Sidogiri tak perlu membawa uang banyak dalam dompet yang dimilikinya. Selain itu manfaat dari uang elektronik tersebut sangat besar, yakni untuk pembayaran tol, transportasi, transaksi di supermarket, restoran dan bahkan untuk pembayaran uang sekolah.

Melalui kemitraan dengan BMT UGT Sidogiri, Achmad Syamsudin, menyakini e-money Bank Syariah Mandiri akan mampu menyebar sangat luas. Karena BMT UGT Sidogiri adalah koperasi primer nasional dan kantor cabang dan cabang pembantu sebesar 257 unit serta anggota 11.602 orang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA