Tuesday, 18 Muharram 1444 / 16 August 2022

Bupati Sumedang: Terima Kasih Kementan, Sektor Pertanian Penggerak Ekonomi

Ahad 03 Jul 2022 12:17 WIB

Red: Budi Raharjo

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat panen cabai di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat panen cabai di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Foto: kementan
Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit

REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG -- Pertanian adalah sektor unggulan yang banyak membuka lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja. Hal itu disampaikan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat menyampaikan sambutan di hadapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada panen cabai di Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Di Kabupaten Sumedang, sektor pertanian menurutnya menjadi salah satu penyumbang terbesar terhadap PDRB. Kontribusinya mencapai 18 persen, dan yang paling besar adalah industri olahan yang mencapai 20 persen.

"Kami sampaikan terimakasih kepada Kementan yang selalu membantu sektor pertanian disini dan karena itulah, menjadi sektor unggulan, dan harus diperhatikan bersama-sama dengan berbagai program dan kebijakan," kata Dony, Sabtu (2/7/2022).

Ada 4 kecamatan di Sumedang sebagai sentra sayur, Kecamatan Sukasari, Tanjungsari, Wado, dan Kecamatan Pamulihan sendiri terkonsentrasi di Desa Sukawangi yang banyak menanam cabai oleh 9 Poktan. "Mayoritas penduduk Desa Sukawangi menurut Dony bercocok tanam cabai. Luas areal yang ditanami cabai mencapai 260 hektar. Dan panen hari ini dilakukan di Poktan Mukti," ungkapnya.

Lebih lanjut, Dony mengungkapkan bahwa dalam satu musim tanam, petani cabai di Sukawangi bisa melakukan sampai 10 kali pemetikan dengan sekali petik mencapai 6 ton. Berdasarkan data early warning system (EWS) bulan Juni hingga Juli, ketersediaan cabai baik cabai besar maupun cabai rawit di Kabupaten Sumedang juga mengalami surplus. 

Produksi cabai besar dan rawit bulan Juni, sebanyak 515 ton dan 393 ton, sementara kebutuhan cabai besar dan rawit adalah, 324 ton dan 307 ton. Untuk bulan Juli, produksi cabai besar dan rawit mencapai 500 ton dan 337 ton sedangkan kebutuhan untuk kedua cabai tersebut adalah 353 ton dan 321 ton.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa Sumedang memiliki kemampuan memobilisasi dan menyuplai cabai ke daerah lain yang mengalami defisit. "Saya lihat Sumedang ini bagus. Menurut laporan cabai-nya surplus. Kalau begitu, Sumedang bisa menyuplai daerah lainnya yang defisit," pungkasnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA