Friday, 19 Syawwal 1443 / 20 May 2022

Mentan SYL Tekankan Peran Penelitian untuk Kemajuan Pertanian

Jumat 28 Jan 2022 14:57 WIB

Red: Christiyaningsih

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Orasi Pengukuhan Tiga Profesor Riset di Kementerian Pertanian di Bogor, Jumat (28/1/2022).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Orasi Pengukuhan Tiga Profesor Riset di Kementerian Pertanian di Bogor, Jumat (28/1/2022).

Foto: Kementan
Profesor riset berperan penting dalam keberhasilan program dan kemajuan pertanian

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) menegaskan peran penelitian pertanian dan eksistensi profesor riset bidang pertanian menjadi salah satu kunci keberhasilan program dan kemajuan pertanian. Pasalnya, berbagai terobosan pembangunan pertanian di antaranya adalah upaya peningkatan produktivitas dan produksi, pengembangan produk bernilai ekonomi tinggi serta mitigasi berbagai tantangan dapat diprediksi dan dilakukan pendekatan melalui riset, inovasi teknologi, rancangan kelembagaan, dan kebijakan yang dihasilkan secara tepat.

"Hari ini kita sangat bersyukur ada tiga profesor riset yang dikukuhkan dan makin banyak profesor makin bagus, riset makin kuat. Indonesia dikaruniai alam khususnya sumber daya pertanian yang subur dan luar biasa sehingga dukungan riset itu sangat penting, sebab menjadi salah satu kunci mewujudkan targetkan ke depan bahwa pertanian kita masuk dalam 5 besar terbesar dunia," kata Mentan SYL pada Orasi Pengukuhan Tiga Profesor Riset di Kementerian Pertanian di Bogor, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga

Menurutnya, profesor riset memiliki peran penting dalam keberhasilan program dan kemajuan pertanian. Sebab, profesor riset yang dapat secara presisi tahu tentang penggunaan varietas benih, pemupukan, pakan ternak, penanganan serangan hama, dan cara-cara modern lainnya yang dapat meningkatkan produktivitas, produksi, dan pendapatan petani hingga menaikkan ekspor.

"Apalagi dengan adanya perubahan iklim, jangan sampai kita impor pangan. Bayangkan kalau populasi sapi kita turun drastis dan kita impor dari Australia hingga 80 persen, ini bahaya buat negara. Karena itu, saya butuh profesor riset yang dapat berpikir maju ke depan dan hasil risetnya dapat diterapkan sehingga pertanian kita semakin kuat di tengah berbagai tantangan," jelas Mentan.

"Saya pun berharap profesor riset dapat juga membangun kelembagaan dan hilirisasi pertanian yang kuat. Mudah-mudahan dalam waktu tiga bulan sampai enam bulan ke depan, profesor riset dapat menemukan dan meninggalkan inovasi dan terobosan baru karena dunia saat ini membutuhkan pangan yang sehat. Ini menjadi tantangan kita," imbuh SYL.

Tiga profesor riset yang dikukuhkan yakni Prof. NLP Indi Dharmayanti bidang kepakaran kedokteran hewan, Prof. Atien Priyanti bidang ekonomi pertanian, dan Prof. Muhammad Azrai bidang pemuliaan dan genetika tanaman. Pengukuhan ini adalah pengukuhan profesor riset ke 161, 162, dan 163 di lingkungan Kementan. Sementara saat ini di Kementerian Pertanian memiliki 58 orang profesor riset aktif, dari total 1581 peneliti.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA