Saturday, 27 Syawwal 1443 / 28 May 2022

Kementan: Pasokan Pangan Masih Aman Hingga Awal 2022

Ahad 07 Nov 2021 19:18 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi

Pangan yang dipajang di pasar tradisional (ilustrasi). Kementan memastikan pasokan pangan aman hingga awal 2022.

Pangan yang dipajang di pasar tradisional (ilustrasi). Kementan memastikan pasokan pangan aman hingga awal 2022.

Foto: EPA-EFE/HOTLI SIMANJUNTAK
Kementan fokus pada pemerataan pasokan pangan di setiap daerah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan persediaan pasokan pangan saat ini dipastikan masih aman hingga awal 2022. Kementan fokus pada pemerataan pasokan pangan di setiap daerah lantaran setiap provinsi tidak menjadi pusat produksi setiap komoditas pangan.

Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementan, Risfaheri, mengatakan, berdasarkan progonosis Januari-Desember 2021, secara umum seluruh komoditas pangan baik yang sudah diproduksi dalam negeri maupun lewat pemenuhan impor, masih aman.

Baca Juga

"Tentu yang perlu dicermati adalah ketersediaan di setiap wilayah karena ada wilayah sentra produksi dan non sentra sehingga kelancaran distribusi sangat penting," kata Risfaheri kepada Republika.co.id, Ahad (7/11).

Sejauh ini, ia mencatat, ketersediaan pangan yang paling merata adalah beras. Terhadap beras, BKP melakukan pemantauan sebaran stok dan ketahanan beras setiap minggu sehingga pihaknya mengetahui detail daerah-daerah yang pasokannya aman, waspada, dan kurang aman.

"Untuk daerah yang kurang aman, tentu harus ditingkatkan pasokannya. Kami informasikan daerah-daerah yang pasokan kurang kepada pelaku usaha untuk ditingkatkan pasokannya ke wilayah tersebut," ujar Risfaheri.

Ia menekankan, wilayah yang biasanya mengalami gangguan pasokan yakni wilayah timur Indonesia. Itu disebabkan terbatasnya transportasi dan butuh waktu yang lama.

Lebih lanjut, untuk komoditas pangan yang masih dipenuhi lewat impor seperti bawang putih, gula, dan daging sapi/kerbau, BKP selalu  memonitor realisasi importasinya. "Kita juga selalu berkoordinasi dengan kementerian terkait agar pemasukan pangan impor sesuai dengan kebijakan dan tidak terjadi perlambatan," ujar dia.

 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA