Kamis 20 Aug 2020 21:36 WIB

Distan Mukomuko Targetkan Bangun 17 Pintu Air pada September

Anggaran untuk pembangunan 17 pintu air itu masing-masing Rp 28.500.000

Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menargetkan pembangunan 17 pintu air untuk petani.
Foto: IST
Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menargetkan pembangunan 17 pintu air untuk petani.

REPUBLIKA.CO.ID, MUKOMUKO -- Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu menargetkan pembangunan 17 pintu air untuk petani yang memiliki sawah tetapi belum optimal mendapatkan pembagian air irigasi mulai akhir September 2020 atau setelah musim tanam ketiga padi sawah.

“Saat ini sedang berlangsung penandatanganan kontrak kerja antara kelompok tani yang mendapatkan kegiatan ini dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di dinas ini. Selanjutnya pembangunannya akhir bulan September 2020, usai musim tanam ketiga padi sawah,” kata Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Dodi Hardiansyah di Mukomuko, Kamis (20/8).

Sebanyak 13 kelompok tani yang tersebar di dua kecamatan, yakni Lubuk Pinang dan XIV Koto yang mendapatkan kegiatan pembangunan belasan pintu air yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) cadangan. Ia menyebutkan anggaran untuk pembangunan 17 pintu air itu masing-masing Rp 28.500.000 yang bersumber dari DAK cadangan tahun ini.

Dodi menyatakan meskipun penandatanganan kontrak kerja antara kelompok tani dengan PPK selesai dalam waktu dekat ini, kelompok tani itu belum bisa melaksanakan kegiatan pembangunan sarana pertanian secara swadaya kelompok tani.

Menurut Dodi, belasan kelompok tani belum bisa melaksanakan pembangunan pintu air dalam waktu dekat karena masih ada lahan persawahan milik petani di wilayah itu yang masih membutuhkan air dari irigasi di daerah setempat.

Ia memperkirakan musim tanam ketiga padi sawah di daerah itu belum selesai dalam bulan ini dan kemungkinan musim tanam ketiga padi sawah diperkirakan selesai akhir September mendatang.

Untuk itu, katanya, pembangunan pintu air baru bisa dilaksanakan diperkirakan paling cepat akhir September tahun ini, sampai lahan persawahan milik petani di wilayah setempat tidak membutuhkan air lagi.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement