Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Memamerkan Cabai Indonesia Lewat Festival Kelas Dunia

Senin 17 Jun 2019 10:29 WIB

Red: EH Ismail

Cabai Indonesia

Cabai Indonesia

Foto: Humas Kementan
Cabai asal Indonesia dikenal sangat pedas.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Pemerintah memamerkan cabai Indonesia yang dikenal sangat pedas dalam perayaan Pehcun atau lomba perahu naga di Tangerang 15-16 Juni. Pameran ini merupakan kerja sama dengan Museum Tanah dan Pertanian Bogor dan Museum Benteng Heritage Tangerang.

Kementan dalam hal ini Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, Puslitbanghorti dan Perpustakaan Pertanian bekerja sama dengan produsen benih cabai, membuka stan yang menampilkan cabai. Produk itu bersifat lokal. Di sana juga ada varietas hasil penelitian Litbang Pertanian dan East West baik hybrid dan Open Polinari.

Beberapa acara juga meramaikan pada perayaan tersebut. Mulai dari lomba merangkai dan mendekorasi pohon cabai, mengarang puisi, pameran lukisan dan kaligrafi, membuat gado-gado dan mengulek sambal sampai penjualan benih cabai.

Pimpinan Benteng Heritage, Udaya Halim bahkan antusias menampilkan berbagai buah dan tanaman cabai dunia yang unik dan terpedas. "Supaya masyarakat kenal berbagai jenis cabai. Saya pribadi ingin berlanjut di tahun mendatang dengan lingkup lebih besar bahkan tingkat nasional" ujar Udaya.

Pada acara perayaan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang tersebut, Direktur Jenderal Hortikultura, Dr Suwandi menyampaikan pesannya kepada masyarakat. "Banyak jenis cabai di Indonesia. Itu kekayaan plasma Nutfah. Harus kita jaga, kita kembangkan. Kalau masyarakat sudah mengenal, pasti juga akan menyayangi produk kita sendiri" pesan Suwandi.

Dia mengatakan stok dan harga cabai mencukupi dan terjangkau. "Jangan panik kalau cabai mahal, banyak substitusi jenisnya bahkan varian produk olahan pun beragam" sambung Suwandi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA