Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Selasa, 20 Zulqaidah 1440 / 23 Juli 2019

Bulog Serap Cabai Petani di Wilayah Sentra

Ahad 16 Jun 2019 18:13 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Gita Amanda

Cabai yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/6).

Cabai yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (7/6).

Foto: Republika/Imas Damayanti
Bulog membeli cabai petani tidak kurang dari harga yang dianjurkan pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bagian Informasi dan Humas Perum Bulog Tomi Wijaya mengatakan, saat ini Bulog sudah melakukan penyerapan cabai petani di wilayah-wilayah sentra produksi. Adapun total cabai yang telah terserap, belum dapat diakumulatifkan karena masih berlangsung.

Menurut dia, sebagai lembaga yang menjaga stabilitas harga dan pasokan, pihaknya menerima instruksi pemerintah untuk mengamankan harga cabai di tingkat petani. Menurut dia, di wilayah-wilayah sentra produksi seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah, Bulog membeli cabai petani tidak kurang dari harga yang dianjurkan pemerintah, yakni tidak di bawah Rp 8.000 per kilogram (kg).

Baca Juga

“Ini langkah antisipasi kami agar harga tidak terlalu jatuh di petani,” kata Tomi saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (16/6).

Tomi menjelaskan, meski instruksi penyerapan cabai sudah dilaksanakan, pihaknya memastikan Bulog hanya dapat melakukan tugas sesuai dengan adanya penugasan resmi. Sedangkan berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015 disebutkan, penugasan penyerapan oleh Bulog hanya dilakukan untuk komoditas beras.

“Cabai kan belum termasuk di dalam Inpres tersebut,” kata dia.

Dia menjelaskan, cabai yang diserap Bulog disimpan ke dalam cold storage yang kerap digunakan untuk menyimpan daging sapi. Menurut dia, cold storage yang digunakan untuk menyimpan daging sapi memiliki fungsi yang sama dalam melakukan penyimpanan terhadap cabai. Sehingga, di wilayah-wilayah sentra produksi dan konsumsi baik itu cabai maupun daging, Bulog telah menambah beberapa cold storage-nya.

Menurut dia, Bulog memastikan kapasitas gudang dan cold storage yang dimiliki dapat menampung cabai petani. Asalkan, kata dia, hal tersebut disesuaikan dengan luas dan kapasitas gudang di sejumlah sentra yang ada.

“Salah satu wilayah yang pengadaan penambahan cold storage-nya disetujui itu ada di Provinsi Jambi,” kata dia.

Dengan dipadukannya penyimpanan cabai dengan daging sapi, dia memastikan tidak akan ada perubahan kualitas berarti dari kedua komoditas tersebut. Dia menambahkan, perluasan serta pembangunan cold storage oleh Bulog dilakukan sebagai langkah antisipasi kebutuhan daging sapi yang semakin meningkat.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA