Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Banjir Bandang, Mentan: Sektor Pertanian Diharapkan Pulih

Kamis 13 Jun 2019 14:00 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: EH Ismail

Mentan Amran Sulaiman bersama aparat Pemprov Sulawesi Tenggara menyiapkan bantuan untuk korban banjir

Mentan Amran Sulaiman bersama aparat Pemprov Sulawesi Tenggara menyiapkan bantuan untuk korban banjir

Foto: Humas Kementan
Petani yang mengikuti program asuransi akan mendapatkan ganti rugi.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan, bantuan bagi korban banjir di empat kabupaten di Sulawesi dapat terdistribusi dengan baik. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada pemerintah daerah setempat guna memastikan sektor pertanian bisa pulih kembali. 

Seperti diketahui, empat kabupaten di Sulawesi yang terendam banjir bandang antara lain Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan. Keempat kabupaten tersebut diharapkan dapat kembali pulih untuk diproyeksi menjadi lumbung pangan nasional. Adapun bantuan  yang diberi berjumlah 65 truk yang berupa 1 truk benih padi dan 64 truk bantuan bahan pokok. 

"Alhamdulillah, bantuan yang kita himpun sudah siap diberangkatkan dari Kendari menuju lokasi. Kami serahkan langsung kepada pemerintah daerah untuk didistribusikan ke masyarakat secara langsung," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan pers yang diterima Republika, Kamis (13/6). 

Amran menjelaskan, Kementan menghimpun dana bantuan sebesar Rp 12 Miliar yang dileroleh dari lingkup internal sumbangan karyawan maupun donasi mitra Kementan. Adapun bantuan senilai Rp 4,2 miliar langsung disampaikan hari ini di Kendari, dan Rp 8 miliar yang berupa program terkait penaggulangan bencana untuk sektor pertanian. Amran melepas bantuan berupa perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari seperti mie instan, beras, minyak goreng, air minum, biskuit, popok sekali pakai untuk bayi, selimut, sabun, dan lainnya. 

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak, terutama relawan yang dengan sigap membantu para korban banjir," kata dia. 

Selain mengawal distribusi bantuan, Amran turut meninjau lokasi lahan dan infrastruktur pertanian yang terdampak banjir bandang. Kementan sendiri, kata dia, akan mendirikan posko-posko di lokasi tersebar di Kolaka Timur, Konawe Utara, Konawe, dan Konawe Selatan.

Sejumlah posko tersebut didirikan untuk mengidentifikasi dan merehabilitasi sektor pertanian. Dia meminta tim Kementan dan daerah bergerak cepat untuk membantu saudara-saudara yang terkena bencana. Adapun posko-posko yang akan didirikan juga turut menghimpun data jumlah kerugian atas lahan persawahan yang rusak maupun hewan ternak yang terdampak banjir. 

Untuk para petani yang telah mengikuti asuransi pertanian, Amran menyebutkan, pihaknya akan memastikan mereka akan mendapatkan ganti rugi berupa uang. Sementara bagi petani yang belum mendaftar asuransi, pemerintah sudah menyiapkan alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk bantuan benih dan alat mesin pertanian (alsintan).

"Insyaallah, bagi yang sawah dan kebunnya rusak, kami akan salurkan bantuan bibit, pupuk, alat mesin pertanian dalam bentuk brigade dan sebagainya. Kita akan inventarisasi langsung untuk mengetahui tingkat kerusakan dan memberikan bantuan sehingga produksi tanaman pangan, perkebunan dan holtikultura bisa kembali dijalankan," kata Amran.

Amran meminta kepada masyarakat agar tidak khawatir dengan stok pangan, terutama beras. Dia mengklaim, cadangan beras pemerintah saat ini sangat mencukupi termasuk untuk memenuhi kebutuhan wilayah-wilayah terdampak bencana. Adapun stok beras nasional, kata Amran, saat ini berkisar 2,3 juta ton. 

"Panen sedang bagus-bagusnya. Kami juga akan meminta Bulog untuk siap mendistribusikan beras ke wilayah-wilayah bencana. Sekarang sudah terkirim 100 ton. Kalau ada yang membutuhkan lagi, Bulog siap kirim,” kata Amran. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA