Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Rabu, 14 Zulqaidah 1440 / 17 Juli 2019

Ketum PBNU: Mentan Jaga Harga dan Stok Pangan Stabil

Sabtu 01 Jun 2019 12:12 WIB

Red: EH Ismail

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj (kanan) memberi keterangan pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang juga Ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) KH Said Aqil Siroj (kanan) memberi keterangan pers di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2019).

Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Stabilitas pangan merupakan hal yang sangat krusial saat ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menjaga suasana kondusif di masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Salah satu yang mendapat perhatian besar Aqil adalah kemampuan pemerintah khususnya Kementerian Pertanian dalam menjaga kestabilan stok dan harga pangan. 

“Beberapa tahun terakhir nyaris tidak ada gejolak harga dan ketersediaan di sektor pangan. Padahal dulunya, gejolak harga pangan hampir selalu terjadi setiap kali jelang Ramadhan dan Idul Fitri. Ini pertanda pemerintahan Jokowi telah bekerja keras dalam memastikan ketersediaan pangan mencukupi,” ungkap Aqil saat menyampaikan keterangannya di Jakarta Sabtu (1/6). 

Gerak cepat pemerintah tersebut juga bisa dilihat sewaktu mengatasi gejok harga bawang putih. Bulan lalu, harga bawang putih sempat meroket hingga Rp 90 ribu per kilogram. Tapi pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) secara cepat menjalankan berbagai strategi dan terobosan sehingga saat bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri, harga bawang putih bisa normal kembali, menyentuh harga Rp 25 ribu per kilogram. Bahkan di Surabaya sempat turun sampai dengan harga Rp. 19 ribu. 

Harga kembali normal setelah Kementan menstabilkan suplai bawang putih di pasaran melalui operasi pasar. Harga langsung turun setelah Kementan dan stakeholders melakukan operasi pasar secara masif di 40 lokasi.

Pihaknya sempat berkomunikasi dengan Menteri Pertanian. Amran menyampaikan terus mengawasi secara ketat ketersediaan pangan. “Selain itu, beliau menekankan pentingnya koordinasi dengan Kemendag, Bulog, maupun Satgas Pangan sehingga distribusi pangan menjadi lancar. Saya pikir kesigapan dan sinergi berbagai elemen pemerintah ini lah yang pada akhirnya membuat ketersediaan pangan aman dan terkendali,” jelas Aqil. 

Stabilitas pangan merupakan hal yang sangat krusial saat ini. Apalagi beberapa bulan terakhir, situasi politik dan sosial masyarakat sempat memanas. “Kalau sampai terjadi kelangkaan kebutuhan pokok, saya yakin kondisi yang sudah panas akan menjadi semakin tidak terkendali. Karena itu, kita patut mensyukuri terkendalinya stok dan harga pangan. Ini berkat kerja keras Pak Menteri Amran yang selalu turun ke lapangan serta selalu hadir membela petani, ” terang Aqil. 

Sebelumnya, Kementan sempat memastikan ketersediaan semua kebutuhan pokok tercukupi sampai akhir puasa dan Hari Raya Iedul Fitri.  Berdasarkan data dari Bulog, Stok Beras di Gudang.

Bulog lebih dari 2 juta ton dan aman sampai dengan akhir tahun. Sementara ketersediaan kedelai untuk periode Januari-Juni 2019 diperkirakan mencapai 2,857 juta ton dengan proyeksi kebutuhan sebesar 2,21 juta ton.

Begitu pula dengan ketersediaan daging sapi atau kerbau selama Januari-Juni, Kementan menyebutkan ketersediaan berada di kisaran 379.900 ton dengan perkiraaan kebutuhan sejumlah 347.800 ton.

Sementara itu, ketersediaan bawang putih sepanjang Januari-Juni 2019 diperkirakan mencapai 270.000 ton dengan perkiraan kebutuhan sebesar 240.000 ton. Tercatat sampai April lalu, 115.000 ton bawang putih impor telah masuk ke Indonesia dan diproyeksikan mencukupi kebutuhan sampai akhir Juni.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA