Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Friday, 16 Zulqaidah 1440 / 19 July 2019

Kementan Gelar Operasi Pasar Stabilkan Harga Cabai

Jumat 31 May 2019 16:11 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolanda

Petani menumpuk buah cabai usai dipanen di Pelompek, Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi, Sabtu (4/5/2019).

Petani menumpuk buah cabai usai dipanen di Pelompek, Gunung Tujuh, Kerinci, Jambi, Sabtu (4/5/2019).

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Harga cabai dan bawang meningkat karena pedagang mulai mengurangi pasokan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa hari menjelang hari raya Idul Fitri, harga cabai dan bawang merah di beberapa pasar eceran di DKI mulai bergerak naik. Hal ini disebabkan oleh terganggunya distribusi ke pasar-pasar. 

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi mengatakan tingginya harga cabai dan bawang merah di pasar eceran, kemungkinan sebagian pedagang mulai mengurangi pasokannya. Pasalnya, pasar akan tutup selama lebaran, dan sebagian pedagang termasuk pedagang keliling mulai mudik.

Baca Juga

Menghadapi situasi ini, BKP Kementan melakukan Operasi Pasar (OP) cabai dan bawang merah ke pasar-pasar eceran terutama yang harga cabai dan bawangnya tinggi. Masing-masing komoditas dijual seharga Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram.

"Kami harus menjaga agar kebutuhan konsumen tetap terpenuhi dengan harga wajar menjelang hari H Idul Fitri," ujarnya saat acara OP di Toko Tani Indonesia Center (TTIC) Pasar Minggu Jakarta, Jumat (31/5).

Menurut Agung, ada 10 pasar eceran di DKI yang menjadi sasaran OP. Operasi pasar akan berlangsung dari 31 Mei sampai 2 Juni. 

"Cabai dan bawang merah untuk kebutuhan OP didatangkan langsung dari Petani di Tuban, Sumedang,  Kabupaten Bandung dan Cirebon," tambah Agung.

Dalam OP ini, harga cabai rawit merah dijual Rp 10 ribu per kilogram, cabai merah keriting Tuban Rp 18 ribu per kilogram, cabai merah keriting Sumedang Rp 20 ribu per kilogram, bawang merah brebes Rp 22 ribu per kilogram dan bawang merah batu Rp 20 ribu per kilogram

Sementara Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan BKP, Risfaheri menambahkan pihaknya juga melakukan OP, BKP Kementan sekaligus menyediakan pasokan kebutuhan pangan yang cukup dengan harga lebih rendah dari harga pasar di TTIC Pasar Minggu Jakarta dan TTIC di Cimanggu Bogor. "TTIC ini tetap buka dari jam 08.00 sampai jam 14.00 WIB. Kami terus melayani pembeli sampai dua hari menjelang Idul Fitri," ucapnya.

Menurutnya, untuk wilayah di luar DKI, BKP sudah menginstruksikan kepada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk memantau perkembangan harga pangan di wilayahnya dalam menghadapi Ramdhan dan Idul Fitri. Bila diperlukan, OP dapat dilakukan bekerja sama dengan produsen atau gabungan kelompok tani.

Ke depan, pihaknya akan terus menjaga stabilitas harga pangan, selama Ramadhan sampai pasca-Idul Fitri. Sehingga, masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan nyaman.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, semisal di Pasar Induk Kramat Jati, pasokan cabai rawit merah 53 ton, cabai merah keriting 39 ton dan bawang merah 99 ton. Harga cabai rawit merah di pasar Induk Kramat Jati Rp 13 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp 24 ribu per kilogram dan bawang merah Rp 23 ribu per kilogram.

Harga saat ini tingkat petani produsen diketahui masih normal. Harga cabai rawit merah dan cabai merah keriting di Tuban Jawa Timur Rp 6.000 per kilogram dan Rp 13.000 per kilogram sedangkan bawang merah brebes di  Cirebon Rp 20.000 per kilogram dan bawang merah batu di Kabupaten Bandung Rp 18.000 per kilogram.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA