Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

DPR Minta Kementan Tingkatkan Program Pangan

Selasa 28 Mei 2019 19:52 WIB

Red: EH Ismail

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kiri) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) meninjau pedagang cabai saat operasi pasar murah bawang putih, di pasar baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/5/2019).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kedua kiri) Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) meninjau pedagang cabai saat operasi pasar murah bawang putih, di pasar baru Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (22/5/2019).

Foto: Antara/Umarul Faruq
Selama menjadi menteri pertanian, Amran mampu memenuhi harapan petani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian (Kementan) diminta untuk terus meningkatkan kinerjanya agar program pangan selalu terealisasi. Program tersebut sangat diperlukan untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman atas pemenuhan pangan Indonesia selama kurang empat tahun terakhir. Kata Agus, Amran adalah sosok pekerja keras yang selalu menanamkan cita-cita swasembada.

"Saya berharap pak Amran terus menguatkan swasembada beras yang harus menjadi canangan khusus," ujar Agus di Gedung Nusantara III Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Agus mengatakan, selama menjadi menteri pertanian, Amran mampu memenuhi harapan petani terkait kebutuhan bibit dan benih berkualitas yang sudah bersertifikat. Bantuan tersebut membuat banyak petani di seluruh Indonesia menyalakan kembali semangat produksi.

"Terus terang, saya melihat Kementerian Pertanian ini posisinya jauh lebih baik jika dibandingkan dengan kementerian lain. Artinya pak Amran sukses membantu petani melalui distribusi benih, bibit dan Alsintan (Alat Mesin Pertanian)," katanya.

Selama ini ada banyak pihak yang salah tafsir dalam memandang kebijakan impor pemerintah. Hal itu terjadi, terutama saat gonjang ganjing masuknya beras impor disaat massa panen raya berlangsung.

"Masalahnya mereka juga harus mengetahui bahwa kebijakan impor itu ada di Kementerian Perdagangan. Bukan di Kementerian Pertanian. Jadi saya ingat betul pada saat itu Menteri Pertanian dan Bulog tidak merekomendasikan impor karena kita sedang panen raya. Tapi kan Mendag malah impor terus. Atau dengan kata lain Mendag gemar impor. Ini kan sangat mubajir," katanya.

Secara keseluruhan kinerja Menteri Pertanian dalam menjaga ketahanan pangan sudah sangat maksimal. Terlebih, kedudukan Indonesia sebagai bangsa subur nan makmur terus dipegang teguh oleh seluruh jajaran di Kementerian Pertanian.

"Saya melihat produksinya sudah sepadan, kemudian perbaikan infrastruktur juga dilakukan di sana sini. Kan untuk memenuhi kebutuhan 250 juta itu tidak gampang. Semuanya harus dibagi secara adil," katanya.

photo

Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto.

Sementara saat ditanya terkait kebutuhan nasional jelang hari raya idul Fitri 1440 Hijriyah, Agus mengaku siap turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap kebutuhan yang ada.

Terpisah, Anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono mengapresiasi kerja keras Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menghadirkan pangan murah dan berkualitas melalui berbagai program dan gebrakan operasi pasar.

"Artinya langkah yang dilaksanakan pemerintah selama ini sudah berhasil. Maksud saya sudah memberikan harga stabil dan keuntungan yang wajar untuk petani," katanya.

Namun, senada dengan Agus, Ono juga berharap Kementan terus meningkatkan kerjasama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bulog dan Satgas lain dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan setiap hari.

"Kerjasama seyogyanya dilakukan sepanjang hari, minggu dan bulan, bukan hanya Menjelang hari-hari besar saja sehingga tidak akan terjadi inflasi bahan pangan. Kemudian memastikan RIPH yang diberikan denga kewajiban 5 persen penanaman bawang," tandasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA