Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Sosialisasi Konsumsi Cabai Kering Perlu Ditingkatkan

Ahad 26 May 2019 18:55 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda

Cabai mengalami kenaikan harga di Sulawesi barat

Cabai mengalami kenaikan harga di Sulawesi barat

Foto: Humas Kementan
Pelaku usaha siap jika diminta menyerap cabai kering jika sosialisasi menyeluruh.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Guna meredam gejolak pasokan dan harga cabai, para pelaku usaha menilai konsumsi cabai kering dapat menjadi solusi alternatif yang dapat dilakukan. Kendati demikian, sosialisasi konsumsi cabai kering di masyarakat juga perlu dilakukan pemerintah guna mendukung daya tarik terhadap konsumsi cabai kering.

Wakil Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sudrajat mengatakan, pelaku usaha restoran tak keberatan untuk menggunakan cabai kering sebagai salah satu bahan baku masakan asalkan pemerintah bergerak mendukung langkah tersebut. Menurut dia, sejauh ini kecenderungan konsumsi masyarakat Indonesia lebih banyak memilih cabai segar sebab pertimbangan rasa yang lebih kuat.

“Restoran siap jika memang disuruh serap cabai kering, tapi agar fair pemerintah sosialisasikan dulu itu pentingnya konsumsi cabai kering,” kata Sudrajat saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (26/5).

Dia mengatakan, selama ini belum ada upaya pemerintah memberikan sosialisasi mengenai pentingnya mengkonsumsi cabai kering. Sudrajat menduga, hal itu karena masih kuatnya basis tradisionalisme masyarakat Indonesia terhadap cita rasa masakan yang menggunakan bahan baku cabai segar. Meski begitu, kata dia, perkembangan inovasi dan teknologi dalam sektor pertanian perlu mengakomodasi tantangan kebutuhan populasi yang terus meningkat.

Kebutuhan konsumsi cabai Indonesia diprediksi akan meningkat seiring dengan bertambahnya populasi penduduk berkisar 3,2 juta orang per tahun. Jika kualitas rasa cabai kering kurang kuat dibandingkan cabai segar, menurut dia, harusnya teknologi dan penelitian pertanian dapat menjawab tantangan tersebut mengingat jumlah populasi yang semakin bertambah mengejar kebutuhan pangannya.

Penyerapan cabai hasil panen petani selalu dilakukan oleh pengusaha sektor restoran, meski dia tidak dapat menyebut statistik penyerapannya. Tetapi Sudrajat memastikan, angka penyerapan cabai hasil panen petani oleh pelaku rumah makan maupun restoran selalu mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya populasi. 

“Cuma memang, untuk cabai kering porsi serapan kami masih sedikit sekali. Kalau yang (cabai) segar dipastikan selalu naik angkanya,” kata dia.

Direktur Jenderal Tanaman Hortikultura Kementerian Pertaian (Kementan) Suwandi mengatakan, sejauh ini pemerintah memang memerintahkan beberapa sektor untuk menyerap hasil panen cabai petani. Kendati demikian, peran sektor rumah makan dan restoran belum bergerak masif melakukan penyerapan sebagaimana yang dilakukan sektor industri.

“Nanti kita akan lakukan, kita kerahkan semua sektor lah untuk nyerap panen raya ini,” kata Suwandi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA