Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Kamis, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pupuk Kujang Investasikan Rp 1 T untuk Bangun Pabrik Baru

Kamis 23 Mei 2019 23:59 WIB

Rep: Ita Nina Winarsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sejumlah pekerja mengangkut pupuk organik disalah satu gudang pupuk organik milik PT Pupuk Kujang, Awipari, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (24/2).

Sejumlah pekerja mengangkut pupuk organik disalah satu gudang pupuk organik milik PT Pupuk Kujang, Awipari, Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (24/2).

Foto: Antara/Adeng Bustomi
PT Pupuk Kujang CIkampek siapkan dana Rp 1 Triliun untuk pabrik baru

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG -- PT Pupuk Kujang Cikampek, yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia, menyiapkan investasi sebesar Rp 1 triliun, untuk pembangunan pabrik baru di Sinoro, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Produsen pupuk urea ini, akan melebarkan usahanya dengan menambah pabrik baru. Rencananya, pabrik ini akan selesai dibangun pada 2024 mendatang.

Humas PT Pupuk Kujang Cikampek yang ditempatkan di Sonoro, Arifin, mengatakan, produksi pupuk ureanya akan pindah, dari Cikampek ke Sinoro. Sebab, bila pabrik baru itu sudah jadi, maka pabrik Kujang 1 A yang di Cikampek, tidak akan beroperasi lagi 

"Yang akan tetap beroperasi di Cikampek itu, pabrik 1B," ujar Arifin, kepada Republika, Kamis (23/5).

Kepindahan pabrik Pupuk Kujang ini, lanjutnya, disebabkan cadangan gas alam di Pulau Jawa mulai menipis. Sedangkan, gas alam itu bahan baku utama dalam memroduksi pupuk. Karenanya,  untuk kelangsungan usaha maka perlu dilakukan terobosan baru.

Salah satunya, dengan mencari wilayah yang kaya akan sumber gas alamnya. Salah satunya, di Sinoro, Sulteng. Dengan melimpahnya bahan baku gas ini, diharapkan produksi pupuk akan semakin maksimal lagi.

Untuk lokasi pabrik di tempat baru itu, lanjut Arifin, saat ini masih melakukan kajian lahannya. Sudah ada lima alternatif lokasi, semuanya berada di Kabupaten Banggai.

Sedangkan biaya pembangunan pabrik barunya tersebut, Arifin menyebut, buat penyiapan izin, lahan, hingga peralatan pabrik, dipersiapkan lebih dari Rp 1 triliun. Nantinya, pabrik ini memiliki kemampuan memroduksi pupuk sebanyak satu juta ton per tahun.

"Di Sinoro, kami tidak sendiri. Sebab, sebelumnya telah berdiri dua industri besar, yaitu PT Panca Amara Utama (perusahaan milik India) dan PT Songgi Senoro LNG," jelasnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA