Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Pasokan Cabai dan Bawang Cukup Hingga Lebaran

Jumat 26 Apr 2019 20:44 WIB

Red: EH Ismail

Dirjen Hortikultura Suwandi bersama perwakilan petani

Dirjen Hortikultura Suwandi bersama perwakilan petani

Foto: Humas Kementan
Pasokan bawang merah saat ini sudah kembali normal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Pertanian memastikan pasokan cabai dan bawang merah mencukupi kebutuhan selama Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini. Harga bawang merah dan cabai juga diprediksi kembali normal.

Direktur Jenderal Hortikultura, Suwandi, mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menjaga pasokan dan stabilisasi harga, dua komoditas hortikultura yakni cabai dan bawang merah tersedia dan terjangkau. “Stoknya sangat mencukupi kebutuhan," kata Suwandi di sela-sela pertemuan pengamanan pasokan dan stabilisasi harga aneka cabe dan bawang menyambut Ramadhan dan Idul Fitri 2019 di Bogor, pada Jumat (26/4). 

Acara itu dihadiri para petani dan petugas dinas sentra utama produksi cabai dan bawang. Suwandi menjelaskan hal ini bertepatan dengan panen raya bawang merah dan cabai yang terjadi di sentra-sentra besar bertepatan pada bulan Mei - Juni 2019. Dengan demikian, inilah yang menjadi faktor utama penyebab kepastian pasokan dan harga kedua komoditas tersebut. 

Terkait bawang putih, Kementan bersama dengan Kemendag kompak memastikan pasokan akan segera normal seiring dengan mulai diterbitkannya Surat Persetujuan Impor kepada beberapa importir. Pasokan bawang merah saat ini sudah kembali normal. Dia mengklaim harga di pasar induk sudah dibawah Rp 20 ribu per kilo. Sentra-sentra besar seperti Brebes, Nganjuk, Demak, Grobogan hingga Bima saat ini sudah memasuki panen. 

Pasokan dan harga di Pasar Induk juga terpantau normal. Trend pasokan dan harga stabil ini akan terus berlanjut sampai lebaran nanti. Cabai rawit dan keriting pun sangat aman. Untuk jenis TW atau cabai merah besar dalam beberapa hari ke depan juga akan terkoreksi normal seiring panen di Parakan, Muntilan hingga Pujon Malang.

Terkait pasokan bawang putih, Suwandi memastikan akan segera terisi dari impor. Kementan sudah terbitkan rekomendasi impornya yang kemudian disusul dengan terbitnya izin impor dari Kemendag, jumlahnya sekitar 115 ribu ton. "Artinya pasokan cukup untuk kebutuhan puasa dan lebaran nanti. Surat rekomendasi impor berikutnya juga akan segera menyusul," tukasnya.

Komoditas pangan yang diwaspadai

photo

Pertemuan Kementan bersama perwakilan petani

Di tempat yang sama, Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting, Kementerian Perdagangan, Tuti Prahastuti, menyebutkan terdapat 4 komoditas pangan yang perlu diwaspadai dan dijaga stabilitas pasokan dan harganya jelang puasa tahun ini. Yaitu bawang putih, bawang merah, cabai TW dan daging ayam. 

"Kami sudah cek ke beberapa gudang importir untuk memastikan ketersediaan bawang putih. Operasi pasar bawang putih juga sudah kami lakukan di 8 provinsi yang peningkatan harganya diatas 20 persen," sebutnya.

"Seiring dengan diterbitkannya persetujuan impor, mudah-mudahan pasokan kembali normal terutama saat puasa dan lebaran nanti," lanjut Tuti.

Kepala Satuan Operasi (Kasatops) Satgas Pangan Mabes Polri, Kombes Pol Helfi Assegaf meminta pemerintah untuk memetakan dengan pasti kebutuhan di masing-masing daerah serta lumbung-lumbung produksi. Namun demikian, pihaknya telah memetakan pasokan cabai dan bawang untuk puasa dan lebaran nanti secara nasional aman. 

"Distribusi harus diperbaiki, terutama untuk pasar antar-pulau. Kalau soal pungli, silahkan masyarakat melaporkan ke aparat jika masih menjumpai di lapangan. Pasti ditindak asal ada buktinya," tegasnya.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Dion, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 13 unit mesin penyimpanan produk hortikultura yang dikenal dengan Controlled Atmosphere Storage (CAS) untuk mengamankan pasokan bawang dan cabai di beberapa pasar retail Jakarta. Dengan teknologi tersebut, bawang dan cabai bisa disimpan lama. "Tahap awal ini baru terisi 3 unit, selebihnya menyusul," kata Dion. 

Dari hasil pemantauan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati pada tanggal 26 April 2019, menunjukkan pasokan kembali normal. Menurut petugas pasar induk Kramat Jati, Suminto, pasokan bawang merah setiap harinya rata-rata sudah diatas 90 ton dengan harga berkisar Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu. 

"Kami mendapat laporan dari para pedagang bahwa panen sudah mulai banyak di beberapa daerah di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur. Puncaknya di Mei - Juni nanti, pas saat puasa dan lebaran. Jadi untuk bawang merah dipastikan aman," kata Suminto.

Dia pun menjamin untuk pasokan cabai juga aman. Hanya untuk bawang putih, pasokan memang berkurang dari biasanya diatas 1.100 ton sekarang tinggal 700 lebih ton. 

"Tapi ini juga gak akan lama, sebentar lagi akan masuk bawang putih impor, harga akan turun lagi," terang Suminto.

Senada, Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia, Juwari, memastikan ribuan hektar tanaman bawang merah saat ini sudah mulai memasuki musim panen. Ia pun mengakui jika beberapa pekan lalu harga bawang merah sempat naik, karena musim panen sedikit mundur. 

"Nah, tahun ini kebetulan panen rayanya di bulan Mei-Juni, jadi amanlah pasokan. Harga juga stabil, di petani rata-rata Rp 15 ribu per kilo," tegasnya.

Juwari optimis harga bawang merah akan stabil jika pemerintah mampu mendorong penanaman off-season di bulan Januari-Februari. 

"Yang lebih penting lagi menindak tegas penyelundupan dan memastikan bawang bombai mini tidak masuk ke Indonesia," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA